• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANYUMAS

Tahun 2019, OJK Purwokerto Terima Lebih Dari 1.100 Pengaduan

20 September
15:30 2019
1 Votes (5)

KBRN, Purwokerto: Sampai bulan September 2019, kantor otoritas jasa keuangan (OJK) Purwokerto mencatat sudah menerima lebih dari 1.100 pengaduan konsumen untuk sistem layanan informasi keuangan (SLIK) dan 54 pengaduan tertulis dari berbagai industri perbankan maupun non perbankan.

Kepala Kantor OJK Purwokerto, Sumarlan menjelaskan, melihat banyaknya pengaduan yang diterima OJK maka dibutuhkan semacam edukasi baik kepada industri perbankan dan non perbankan.

Karena itu, lanjutnya, perlu ada satu wadah komunikasi yang disebut Sosialisasi agar industri memahami tugas-tugas dari OJK di perlindungan konsumen.

“Pelaksanaan fungsi tugas kita di perlindungan, ini sebagai wadah untuk komunikasi jadi industri paham kemudian dari fungsi tugas OJK juga disampaikan. Jadi nanti di perlindungan konsumen paham seperti apa yang harus dilakukan. Kemudian industri juga harus menyampaikan produk-produknya secara jelas, paham sehingga masyarakat bisa tahu, tidak hanya bagusnya tapi resikonya juga harus disampaikan," terangnya kepada awak media di sela-sela kegiatan Sosialisasi Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan di Purwokerto, Jum’at (20/9). 

Sementara itu Deputi Direktur Pembelaan Hukum Perlindungan Konsumen OJK pusat, Sabar Wahyono mengatakan, munculnya pengaduan masyarakat dalam menggunakan produk-produk perbankan maupun non perbankan dikarenakan mereka tidak banyak mengetahui tentang produk itu sendiri.

Sehingga masyarakat melakukan pengaduan ke OJK bahkan ada yang ke Pengadilan. Namun dia mengingatkan, selain ke pengadilan, masyarakat juga bisa mengadukan persoalannya ke Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS).

“Selain pengadilan, ada lembaga lain yang bisa menyelesaikan ini, namanya LAPS, lembaga alternatif penyelesaian sengketa. Di sektor jasa keuangan sekarang ini ada enam, ada BAPMI itu untuk pasar modal, LAPSPI untuk perbankan, BMDP itu dana pension, kemudian BAMPPI itu penjaminan, BMPPI itu untuk pembiayaan pegadaian. Jadi silahkan nanti konsumen tidak perlu ke pengadilan, boleh ke LAPS ini”, ungkapnya.

Dia menambahkan ke depan ketika OJK mengadakan pemeriksaan, nanti jenis pemeriksaan tidak hanya satu.

"Era OJK sekarang ada yang namanya pengawasan market conduct dan yang diperiksa yaitu perilaku industri perbankan maupun non perbankan mulai dari cara memasarkan sampai menyampaikan informasi kepada konsumen", imbuh Sabar Wahyono.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00