• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KEBUMEN

Buka Jambore Kader Posyandu, Wakil Bupati: Kader Harus Lebih Terampil, Cerdas, dan Semangat

20 September
09:08 2019
1 Votes (5)

KBRN, Kebumen: Wakil Bupati Kebumen Arif Sugianto berpesan kepada seluruh penyelenggara pemerintahan desa dan stake holder terkait agar mendukung penuh keberadaan posyandu serta menggerakan para kader untuk semakin aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan. Hal tersebut Arif sampaikan saat membuka kegiatan Jambore Kader Posyandu Tingkat Kabupaten Kebumen tahun 2019 Kamis (19/9/2019) di Bale Petanahan Hotel Candisari Karanganyar, Kebumen. 

Jambore diikuti 35 puskesmas  dari 26 kecamatan se Kabupaten Kebumen dengan beragam lomba seperti uji wawasan Posyandu, uji ketrampilan alat peraga, penyuluhan kesehatan dan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati berharap kegiatan jambore Kader Posyandu dapat memotivasi para kader posyandu dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya para ibu dan bayi. Kader Posyandu, lanjut Wabup, adalah garda terdepan dalam upaya preventif sekaligus promotif dalam cakupan imunisasi dan menekan angka kematian ibu dan bayi.

"Kegiatan ini sangat  penting untuk mensukseskan program pemerintah dibidang kesehatan masyarakat. Diharapkan para kader dapat lebih terampil, cerdas dan tetap semangat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," kata Wabup.

Sementara itu Kepala Dinkes Kebumen, dr Rini Kristiani menyampaikan, dalam catatan Dinkes Kebumen, pada tahun 2018 jumlah kader posyandu mencapai 10.698 kader aktif dari total 10.937. Sedangkan cakupan strata meliputi Strata Pratama sebanyak 18 pos, Madya 253 pos, Purnama 911 pos dan Mandiri 910 pos, sehingga total 2.092 posyandu. 

"Namun jumlah kader dan sarana prasarana posyandu masih belum ideal. Sarana prasarana posyandu masih kurang dan kader posyandu masih belum memiliki kompetensi maupun kapasitas yang ideal. Jadi masih terus dilakukan pembinaan dan pelatihan ketrampilan buat kader," ujar dr Rini.

Kepala Dinas Kesehatan juga menambahkan, saat ini Dinas yang dipimpinnya menghadapi banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

"Utamanya masalah stunting dan ODF yang jadi program nasional agar dapat segera dituntaskan. Karenanya saya minta dukungan dari semua lapisan masyarakat maupun pemerintah desa agar mengalokasikan dana desa untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat desa itu sendiri," tutup Rini.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00