• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

INFO MASYARAKAT

Bimbingan Pra-Nikah bagi Mahasiswa Politeknik Banjarnegara

19 September
07:58 2019
1 Votes (5)

KBRN, Banjarnegara : Pemerintah mempunyai tanggung jawab besar untuk meredam tingginya angka perceraian. Karena hingga saat ini, ratusan ribu kasus perceraian masih terjadi dalam setiap tahunnya. 

Setidaknya ada sekitar 350 ribu kasus perceraian/tahun di Indonesia. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Banjarnegara, Masdiro, S.Pd., M.M. pada saat membuka kegiatan bimbingan perkawinan bagi remaja usia nikah di kampus Politeknik Banjarnegara.

Program bimbingan perkawinan atau pra nikah telah diluncurkan oleh Kementrian Agama RI sejak September 2017. Bimbingan pra nikah tersebut diperlukan agar setiap calon pengantin mampu mengelola dinamika perkawinan dan keluarga sehingga tingkat perceraian bisa diturunkan, karena sebagian besar masyarakat Indonesia memasuki jenjang perkawinan itu tidak cukup dipersiapkan dengan matang.

Diikuti oleh 50 peserta dari kalangan mahasiswa Politeknik, bimbingan perkawinan angkatan ke-3 ini berlangsung selama dua hari (18-19 September 2019) dengan sejumlah kegiatan komunikatif di bawah bimbingan para fasilitator yang telah mengantongi sertifikat bimbingan perkawinan tingkat nasional.

Direktur Politeknik Banjarnegara, Dr Tuswadi, sangat mengapresiasi langkah baik Kemenag Kabupaten Banjarnegara menjadikan kampusnya sebagai tuan rumah bimbingan yang sangat penting bagi generasi muda khususnya para mahasiswa Politeknik. 

Dia berharap kemitraan lembaganya dengan Kemenag dapat lebih dikuatkan melalui penandatangaan MoU sehingga akan lebih banyak kegiatan-kegiatan dapat dilakukan secara bersama-sama, yang diproyeksikan untuk peningkatan mutu sumber daya manusia melalui program pembangunan masyarakat secara berkelanjutan.

“Saya baru semester tiga dan belum akan menikah dalam waktu dekat; tetapi yang namanya ilmu pra nikah bagi saya sangat penting untuk diketahui sedini mungkin. Hari ini saya belajar banyak—ternyata menikah itu bukan perkara gampang—selepas kegiatan saya akan berusaha untuk lebih banyak membaca termasuk buku yang saya peroleh pada kegiatan bimbingan pra nikah hari ini,” jelas Susi Muliayu (19), mahasiswi Prodi Agroteknologi Politeknik asal Bogor. (Tursiman)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00