• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANYUMAS

Perlintasan Sebidang, Salah Satu Titik Sering Terjadi Kecelakaan

17 September
10:01 2019
0 Votes (0)

KBRN, Purwokerto: PT Kerata Api Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto melakukan sosialisasi di Perlintasan Sebidang di 6 titik. bersama pihak kepolisian, dinas perhubungan serta pemerintah daerah. 

Saat acara Sosiali dipintu perlintasan Kereta api di Jalan Veteran Purwokerto, Selasa, (17/9/2019) Vice President Daerah Operasi 5 Purwokerto Agus  Setiyono  mengatakan, sosialisasi ini  merupakan tindak lanjut dari FGD (Focus Group Discussion) bertanjuk ‘Perlintasan Sebidang Tanggung Jawab Siapa?’ yang telah dilaksanakan di Jakarta pada 6 September lalu. 

“FGD dalam rangka HUT ke-74 KAI tersebut dihadiri oleh semua stakeholder terkait perlintasan sebidang, mulai dari Komisi V DPR RI, Kemenhub, Kemendagri, Bappenas, Polri, Pengamat, Akademisi, jajaran KAI, para Kadishub dan Polda di Jawa-Sumatera, serta pihak terkait lainnya” kata Agus.

Diharapkan kesadaran masyarakat untuk menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang semakin meningkat. Sebab, pelanggaran lalu lintas di perlintasan sebidang tidak saja merugikan pengendara jalan tetapi juga perjalanan kereta api.

Kegiatan FGD tersebut melahirkan piagam Komitmen Bersama ditandatangani oleh DPR RI, Kemenhub, Kemendagri, Bappenas, KNKT, POLRI, KAI, dan Jasa Raharja. 

Piagam tersebut menyatakan bahwa para pihak-pihak terkait berkomitmen untuk melaksanakan perintah peraturan perundang-undangan yang mengatur dan/atau terkait perlintasan sebidang.  Melakukan evaluasi keselamatan di perlintasan sebidang sesuai kewenangannya.  Melakukan kegiatan peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang sesuai tugas dan kewenangannya.

Perlu diketahui perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. 

Perlintasan sebidang tersebut muncul dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api. 

Tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas memicu timbulnya permasalahan yaitu terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang.

Sesuai Undang Undang No.23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 94 menyatakan bahwa, (1) Untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup; (2) Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah.”

Di wilayah Daop 5 Purwokerto mencatat terdapat 102 perlintasan sebidang yang resmi dan 167 perlintasan sebidang yang tidak resmi dengan total 269 perlintasan. Sedangkan perlintasan tidak sebidang baik berupa flyover maupun underpass berjumlah 70.

Selama tahun 2019, di wilayah Daop 5 Purwokerto telah terjadi 37 kali kecelakaan yang mengakibatkan beberapa diantaranya meninggal dunia.

Salah satu tingginya angka kecelakaan pada perlintasan juga kerap terjadi  karena pengendara yang tetap melaju meskipun sudah ada peringatan melalui sejumlah rambu yang terdapat pada perlintasan resmi. 

Dijelaskan pada Undang Undang No. 22 Tahun 2009, Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 menyatakan, bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup dan atau ada isyarat lain; Mendahulukan kereta api, dan  Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel. 

Dalam sosialisasiperlintasan sebidang tak hanya imbauan untuk mematuhi aturan di perlintasan sebidang, di lokasi tersebut pihak kepolisian juga melakukan penegakan hukum. Kegiatan serupa juga KAI lakukan serentak di sejumlah perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera.

Sementara itu Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Supriyanto mengatakan, meskipun kewajiban terkait penyelesaian keberadaan di perlintasan sebidang bukan menjadi bagian dari tanggung jawab KAI selaku operator, namun untuk mengurangi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang beberapa upaya telah dilakukan KAI. Di antaranya melakukan sosialisasi dan menutup perlintasan tidak resmi. 

“Sebanyak 38 perlintasan tidak resmi telah ditutup dari tahun 2018 - Juni 2019. Pada prosesnya langkah yang dilakukan KAI untuk keselamatan tersebut juga kerap mendapatkan penolakan dari masyarakat, dalam kondisi tersebut diperlukan langkah untuk mencari jalur alternatif bagi masyarakat yang harus disolusikan bersama oleh pemerintah pusat atau daerah. PT KAI tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan perjalanan KA beserta orang dan barang yang diangkutnya. Mari kita jaga keselamatan bersama-sama” katanya. (spj)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00