• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BUDAYA

Pegiat Sejarah di Banjarnegara, Meminta Pembangunan Rest Area Dihentikan Sementara.

17 September
07:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banjarnegara : Terkait temuan batuan candi yang diduga candi Prau di komplek terminal Dieng, Presiden Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Sumardiansyah Perdana Kusuma melalui Pengurus AGSI Pusat Bidang Humas Heni Purwono meminta kawasan Dieng dapat dijadikan sebagai situs warisan dunia (world heritage site). Hal itu diungkapkannya, Selasa (17/9/2019). 

Pihaknya telah berkomunikasi dengan banyak pihak terkait, dan sebagian besar sepakat bahwa hal yang dilakukan pertama adalah upaya penyelamatan temuan benda cagar budaya di kawasan Dieng.

"Dieng sebenarnya kalau kita merujuk pada laporan Raffles di buku The History of Java, pasti memiliki banyak sekali candi. Disebutkan dalam beberapa menit saja kunjungannya, ia sudah mendapati lebih dari 400 candi. Artinya, masih banyak yang belum ditemukan kembali. Dan yang paling ditunggu tentu candi Prau karena jelas di buku Raffles ada sketsanya" jelas Heni.

Karenanya, Heni bersama AGSI meminta agar kawasan Dieng dapat dijadikan sebagai situs warisan dunia. Dengan begitu, maka pengelolaan untuk kepentingan ilmu pengetahuan jelas akan lebih terurus. 

"Kita ingin Dieng seperti Malaka di Malaysia, atau Sangiran. Saya yakin ketika dikelola unit khusus pemerintah pusat akan lebih baik, dan hal itu akan berpengaruh meningkatnya jumlah wisatawan. Dan saya pikir Dieng punya prasyarat itu semua, sebagai kawasan cagar budaya dan juga fenomena alam yang sangat lengkap dengan keindahannya" tambahnya.

Hentikan pembangunan

Sementara itu, Sejarawan Universitas Airlangga Surabaya asal Banjarnegara Purnawan Basundoro menilai, untuk kepentingan penelitian lebih lanjut, harapannya proyek pembangunan rest area dihentikan karena dikhawatirkan akan merusak batuan candi.

"Kalau rest area kan bisa dibangun di mana saja. Kalau candi kan akan lebih baik jika di tempat asalnya. Lagi pula pengehentian ini sementara, untuk memastikan apakah temuan ini cukup penting atau tidak. Jika tidak, maka silakan dilanjutkan pembangunannya" ujar Purnawan.

Adapun Tim Ahli Cagar Budaya Jawa Tengah Ufi Saraswati mengungkapkan, pihaknya masih mengkaji mengenai temuan yang ada di Dieng. Namun prinsipnya, ia sependapat bahwa temuan cagar budaya harus didahulukan ketimbang pembangunan rest area. 

"Saya langsung koordinasi dengan BPCB, Balai Arkeologi dan juga teman-teman komunitas. Kekuatan Dieng kan ada pada tinggalan sejarah dan keindahan alamnya. Ketika salah satu rusak atau hilang, maka kekuatan Dieng akan timpang. Maka penting untuk tidak gegabah melanjutkan pembangunan rest area itu sebelum temuan batu-batu candi itu diteliti" ujar dosen Universitas Negeri Semarang itu. (HP)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00