• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANYUMAS

Tanggulangi Kekeringan, Masyarakat Desa Banjarparakan Rawalo Buat Penampungan Air Sementara Dari Terpal

16 September
13:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banyumas: Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas sampai minggu kemarin, musim kemarau yang terjadi belakangan ini menyebabkan kekeringan di wilayah Banyumas semakin meluas di 18 Kecamatan dan 57 Desa.

Salah satu desa yang terdampak kekeringan yaitu Desa Banjarparakan Kecamatan Rawalo.  Padahal desa dengan luas wilayah kurang lebih 3.000 hektar dan jumlah penduduknya 6.500 jiwa lebih itu dikelilingi oleh sungai di setiap sisinya dimana di timur ada sungai Serayu, di barat ada sungai Dare, di utara ada kali Sungkalan, dan di selatan ada sungai Tajum, namun tetap saja mengalami kekeringan.

Kepala Desa Banjarparakan Budi Widiantoro menerangkan, kekeringan yang menyebabkan kekurangan air tersebut, dua titik lokasi yaitu RW 1 dan RW 5 mendapat bantuan dropping air mulai bulan Juni lalu dari BPBD Banyumas.

Dan bantuan itu, setiap minggunya sekitar dua kali dropping. Bahkan pihaknya masih akan terus mengajukan bantuan untuk penambahan kebutuhan air bersih kepada BPBD Banyumas.

Kades Budi Widiantoro menyebutkan, untuk penanggulangan kekeringan di desanya, pemdes Banjarparakan berkeinginan minta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten terkait penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat atau Pamsimas.

Sementara untuk program bantuan air bersih, masyarakatnya diminta menyediakan penampungan air yang terbuat dari terpal.

”Jadi para penduduk itu menyediakan tampungan air nantinya dari BPBD datang bantuan air bersih, kita minta setelah itu kebanyakan yang mereka dapatkan dari air bersih itu untuk masak. Ya hanya sebagian kecil yang untuk mandi anak-anak kecil. Kalau orang tua itu mandi dengan air seadanya,"jelasnya kepada RRI yang menemuinya di Kantor Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, Banyumas, Senin (16/9) pagi.

Dia menyebutkan jumlah penerima bantuan air bersih di RW 1 mencapai 110 KK, dan di RW 5 sekitar 70 KK.

Sementara itu, salah satu warga RT. 2 RW 1 Desa Banjarparakan, In’am mengakui, kekeringan kali ini memang kebutuhan air bersih untuk masak, dan minum sangat kurang.

Apalagi sumber mata air di desa itu, lanjutnya, kurang begitu jernih saat musim kemarau. Untuk mengantisipasi kekurangan air bersih, di RT nya sudah dibuat penampungan air sementara yang terbuat dari terpal. ”Kalau disini penampungan ya jelas, mungkin ada tiga titik dan baru ada satu titik”, ungkapnya.

Sedangkan Kadus 1 Desa Banjarparakan, Mukti Wibowo menambahkan, sementara yang baru mendapatkan bantuan air bersih yaitu RT. 2 RW 1 yaitu sekitar 65 KK.

Dan RT lainnya sudah mengajukan melalui Musyawarah Dusun (Musdus) untuk membuat penampungan sementara air bersih dari terpal yang dibiayai oleh kas RT dalam menangani kekeringan pada musim kemarau saat ini.

"Mudah-mudahan tahun depan bak penampungan air permanen bisa kita wujudkan", imbuhnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00