• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANYUMAS

KPAI Masih Temukan Ekspoitasi Anak Dalam Audisi, Pemkab Banyumas Katakan Tidak Ada

9 September
11:51 2019
1 Votes (5)

KBRN, Purwokerto: Terkait polemik antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum mengenai eksploitasi anak dalam audisi beasiswa bulutangkis yang digelar di Purwokerto, Banyumas dari 8 sampai 10 September 2019, Pemerintah Kabupaten Banyumas menyatakan tidak ada dan audisi tetap jalan terus.

Hal itu dikatakan Sekda Banyumas Wahyu Budi Saptono seusai pertemuannya dengan KPAI di pendopo Bupati Banyumas, Purwokerto, Senin (9/9).

Wahyu Budi Saptono menjelaskan, pihaknya sudah sepaham dengan KPAI namun perlu diwaspadai bersama bahwa ada aturan main yang harus ditegakkan yaitu tidak ada eksploitasi anak dalam audisi tersebut, sehingga perlu bersama-sama diawasi.

Saat ditanya apakah dari hasil pengawasan masih terjadi eksploitasi anak di audisi itu, Sekda Wahyu Budi Saptono menegaskan tidak ada sama sekali.

”Oh tidak ada, tidak ada, clear, jadi menggunakan atribut djarum ini tidak ada semuanya, dan ini kita awasi bersama-sama”, tandasnya kepada awak media.

Berbeda dengan Sekda Banyumas Wahyu Budi Saptono, Komisioner KPAI Siti Hikmawaty mengungkapkan eksploitasi anak dalam audisi di Purwokerto, masih ditemui di nomor peserta audisi.

”Kalau dengan audisi sekarang untuk sisi eksploitasi sudah mulai menurun. Artinya masih ada, dengan ditempelkan. Masih belum clear. Kemudian yang kedua denormalisasinya juga masih terjadi. Makanya kita melakukan evaluasi ini bagaimana untuk rencana kedepannya. Sebetulnya sederhana saja, kalau semua brand itu diturunkan itu selesai”, katanya.

Kalau masalah eksploitasi dan denormalisasi produk rokok masih terjadi, pihaknya akan kembali berembug di tingkat Kementerian. Bahkan berdasarkan hasil pertemuan sebelumnya, KPAI masih memberikan kesempatan audisi terselenggara sampai selesai di empat kota yaitu Bandung, Purwokerto, Surabaya dan Solo.

Dia menambahkan, kalau merujuk pada peraturan pemerintah nomor 109 tahun 2012 soal even-even yang disponsori oleh rokok sebetulnya tidak boleh disiarkan secara langsung oleh media sehingga format bentuk audisi tersebut walaupun audisinya tidak dihentikan tapi harus melakukan penyesuaian yang baru.

"Atas dasar itu, maka audisi dengan bentuk yang sekarang akan diakhiri", imbuh Siti Hikmawaty.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00