• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANYUMAS

Sebanyak 904 Atlet Muda Tanding di Purwokerto, 206 Lolos Tahap Screening Audisi

8 September
19:34 2019
1 Votes (1)

KBRN, Purwokerto:"Indonesia, kita bisa!" Teriakan lantang ratusan anak di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (8/9) pagi, menjadi pembuka rangkaian Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis di Kota Satria itu.

Di tahun 2019, ajang pencarian bibit-bibit pebulutangkis calon juara dunia tersebut terbagi dalam dua kelompok usia, U-11 (di bawah usia 11 tahun) dan U-13 (di bawah usia 13 tahun), baik putra maupun putri.

Rangkaian Audisi Umum di Purwokerto yang digelar pada 8-10 September 2019, merupakan penyelengaraan kedua dimana sebelumnya Audisi Umum sukses digelar di Bandung, Jawa Barat, pada akhir Juli 2019. Di hari pertama Audisi Umum Purwokerto digelar Tahap Screening dimana sebanyak 904 peserta bertanding berdasarkan kategori usia masing-masing, dalam durasi sekitar sepuluh menit. Selama waktu pertandingan yang digelar di 10 lapangan tersebut, Tim Pencari Bakat yang dipimpin oleh Christian Hadinata, melakukan seleksi peserta yang berhak melaju ke Tahap Turnamen. 

Selain Christian, para legenda bulutangkis Indonesia serta tim pelatih PB Djarum, yang terdiri dari Lius Pongoh, Fung Permadi, Yuni Kartika, Hastomo Arbi, Engga Setiawan, Komala Dewi, Fendy Iwanto, Juniar Setioko, Dionysius Hayom Rumbaka, Alan Budikusuma, Susy Susanti, dan Antonius B Ariantho.

Peraih medali emas tunggal putri Olimpiade 2012 Susy Susanti menyatakan, pola jemput bola yang dilakukan melalui Audisi Umum di Purwokerto itu, telah terbukti berhasil membuka harapan pebulutangkis muda untuk menjadi juara dunia.

Kabid Binpres PP PBSI ini mencontohkan Tontowi Ahmad yang kelahiran Banyumas pada 18 Juli 1987, yang telah sukses melalui jalur pembinaan PB Djarum.

"Dari Audisi Umum lalu lulus resmi sebaga atlet PB Djarum, tentunya menjadi suatu kebanggaan bagi seorang anak dan orangtua. Saya sendiri dulu pernah ikut audisi untuk bisa masuk PB Djarum di Semarang. Apalagi kalau bisa lolos ke pelatnas. Salah satu penyumbang terbesar atlet bulutangkis di pelatnas adalah dari PB Djarum," ungkapnya.

Tahun lalu di kota yang sama, jumlah pendaftar mencapai angka 753 peserta. Setahun kemudian, pada edisi pamit Audisi Umum di Purwokerto tersebut, sebanyak 904 pebultangkis belia berpartisipasi.

Kabupaten Banyumas menjadi penyumbang peserta terbanyak, yaitu 211 atlet. Disusul Kabupaten Kebumen dengan 103 atlet, Kabupaten Cilacap (97), Kabuupaten Purbalingga (94), Kabupaten Brebes (95).

Dari belahan timur Indonesia, datang seorang peserta asal Kabupaten Merauke, Chelsea Marvelyn Istanto, yang mengikuti Audisi Umum pada keteogri U-13 Putri di Kota Satria itu.

Pada tahun 2018, Chelsea pernah menjajal kemampuan melalui Audisi Umum di Kota Manado. Tak patah arang meskipun tahun lalu langkahnya terhenti di babak semifinal, Chelsea kembali mencoba meraih beasiswa bulutangkis dari Djarum Foundation, melalui Audisi Umum di Purwokerto pada tahun ini.

"Senang bisa ikut audisi dan bertemu dengan banyak atlet dari berbagai daerah. Memang sedikit tegang karena lawan-lawannya bagus di sini, tapi saya punya harapan besar untuk dapat masuk PB Djarum. Harus yakin dan optimis," jelas gadis kelahiran Merauke pada 10 Mei 2007 ini.

Berikut rincian peserta Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 - Purwokerto:

U11 PUTRA                395

U11 PUTRI                 151

U13 PUTRA                236

U13 PUTRI                 76

U15 PUTRA                33

U15 PUTRI                 11

U17 PUTRA                2

Sementara, Liliyana Natsir yang hadir guna memberi motivasi para peserta, memuji antusiasme para peserta Audisi Umum di ibu kota Kabupaten Banyumas ini.

Peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 dan medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini mengapresiasi upaya dari para orangtua, yang telah mengantarkan anaknya untuk mengikuti Audisi Umum di Purwokerto.

"Animo luar biasa, begitu semangat. Audisi Umum ini merupakan salah satu solusi untuk membantu orangtua, dan tentunya bagi sang anak untuk mewujudkan mimpi mereka menjadi atlet dunia," kata perempuan yang akrab disapa Butet ini.

Butet lantas mencontohkan dirinya yang berasal dari luar Pulau Jawa, yang kerap dihadapkan dengan berbagai kendala, semisal minimnya jumlah turnamen di tingkat daerah.

Menurut dia, pola rekrutmen melalui Audisi Umum yang diterapkan PB Djarum merupakan salah satu solusi jitu untuk seleksi awal calon atlet.

"Saya merasakan sendiri bagaimana mulai sebagai atlet kecil di daerah lalu hijrah ke Jakarta dan hingga akhirnya bisa menjadi seperti sekarang ini. Tentunya, butuh latihan keras, pacu semangat, dan motivasi diri, untuk  mencapai prestasi terbaik di dunia bulutangkis," ujarnya.

Dari Tahap Screening yang berakhir pada Minggu (8/9) malam, Tim Pencari Bakat meloloskan 206 peserta, yang terdiri dari 64 peserta di kelompok usia U11 Putra, 52 peserta (U11 Putri), 64 peserta (U13 Putra), dan 26 peserta (U13 Putri). Keesokan harinya, Senin (9/9), para pebulutangkis muda ini kembali bertarung di Tahap Turnamen yang menggunakan sistem gugur. Mereka akan menunjukkan bakat terbaik mereka guna menjaga peluang meraih Super Tiket menuju tahap Final Audisi di Kudus pada 20-22 November 2019.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00