• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANYUMAS

Selamatkan 1,8 Juta Hektar Mangrove Yang Hilang, Kemenko Maritim Gandeng Akademisi

20 August
23:35 2019
2 Votes (2.5)

KBRN, Purwokerto: Mangrove selain menyediakan layanan dan jasa sosial yang sangat beragam bagi kesejahteraan manusia juga sebagai blue carbon asset yang sangat penting.

Namun, perubahan iklim global dan campur tangan manusia telah menyebabkan hilangnya sepertiga luasan kawasan mangrove dalam tiga dasa warsa terakhir.

Secara global  luasan mangrove berkurang 1 sampai 2 persen per tahun. Ini bisa diartikan dalam 20 tahun ke depan  dapat terjadi pengurangan luas kawasan mangrove sebesar 35 persen.

Bahkan Aliansi Mangrove Global menyebutkan bahwa dunia akan kehilangan 50 persen kawasan mangrove dalam kurun waktu 50 tahun.

Menyikapi hal itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Kemaritiman bersama seluruh stakeholder terkait termasuk Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) dan para akademisi mempunyai tugas menciptakan rehabilitasi mangrove seluruh Indonesia.

Deputi II Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman RI, Ir. Agung Kuswandono, M.A. mengatakan, tugas itu tidak bersifat seremonial saja, namun betul-betul harus terealisasi.

Untuk itu,  pihaknya akan membuat kluster-kluster dengan melibatkan seluruh pihak pemerintah, swasta, akademisi dan organisasi non pemerintah (NGO). 

”Jadi tidak hanya seremonial tapi 1,8 juta hektar yang hilang ini harus kita kembalikan. Dan kita sudah mulai lakukan tahun ini, kita prediksi lima tahun kedepan asal semua bekerja bersama-sama,"ungkapnya kepada awak media sesuai membuka Seminar Internasional tentang Mangrove yang diselenggarakan Fabio Unsoed di Purwokerto, Selasa (20/8/2019) malam.

Ketika ditanya target pencapaian rehabilitasi mangrove yang harus rampung, dia menerangkan, pada tahun 2019, pihaknya masih melakukan pengumpulan data base, dan menyamakan persepsi melalui seminar internasional yang digelar oleh perguruan tinggi negeri di Purwokerto tersebut.

”Baru setelah itu, nanti kalau kita sudah wawasan sama, geraknya akan jauh lebih cepat. Kami prediksikan lima tahun, lima tahun, semoga dengan kerjasama yang erat, lima tahun bisa kita selesaikan, jelas Agung Kuswandono.

Agung Kuswandono menambahkan, dalam merehabilitasi mangrove yang ada di tanah air, pihaknya telah membagi kluster di enam lokasi yaitu contohnya di pesisir Jawa bagian Selatan sebagai kontaknya Unsoed Purwokerto, dan Universitas Diponegoro di wilayah pesisir pantai utara.

"Di Sumatera mungkin Universitas mana atau KL mana, atau pengusaha mana, semua kita gerakkan kita monitoring di kantor kami," imbuhnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00