• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANJARNEGARA

Sekolah di SMAN 1 Sigaluh, Kanako Kenalkan Tardisi Jepang

20 August
15:49 2019
2 Votes (4)

KBRN, Banjarnegara : Siswa Takeda High School Hiroshima Jepang yang tengah mengikuti pertukaran pelajar di SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara,  Kanako Tome, Selasa (20/8/2019) membuka kelas tradisi Jepang. Kanako secara piawai memperkenalkan pakaian tradisional Jepang Kimono dan Yukata kepada siswa SMAN 1 Sigaluh, dan juga mengenalkan tradisi minum teh di Jepang.

Salah satu siswa SMAN 1 Sigaluh Tuminah, berkesempatan memakai Yukata yang khusus dibawa oleh Kanako dari Jepang. Tuminah mengaku sangat senang dapat mencoba memakai pakaian tradisional Jepang.

 "Di SMA Sigaluh, karena ada mata pelajaran bahasa Jepang, tradisi Jepang juga diajarkan oleh guru. Tapi ini lebih menarik karena materi disampaikan oleh anak Jepang asli, dan seumuran kita pula" ujar Tuminah.

Kanako mengungkapkan, kebanyakan masyarakat luar Jepang menganggap bahwa pakaian tradisional Jepang hanya Kimono. Padahal yang banyak beredar adalah Yukata.

"Kimono, di Jepang sendiri juga tidak semua orang memiliki, karena harganya yang mahal. Sedangkan Yukata, bahkan di hotel-hotel tradisional Jepang pun banyak" jelas Kanako. 

 Mahalnya Kimono, tambah Kanako, karena berbahan dari sutera, dibuat secara manual dan juga kainnya lebih tebal. "Biasanya Kimono hanya dipakai saat-saat spesial seperti acara perayaan, festival dan juga wisuda" jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala SMAN 1 Sigaluh Sudarto melalui Wakasek Humas Heni Purwono mengungkapkan, kehadiran Kanako sangat bermanfaat untuk melatih siswa SMAN 1 Sigaluh dalam berbahasa.

 "Teman-teman Kanako di kelas walau awalnya ragu mengajak komunikasi, lama-lama tertarik untuk ngobrol dengan bahasa Inggris seadanya. Teman lain yang bahasa Inggrisnya bagus kadang-kadang juga membantu menerjemahkan. Ini bagus untuk latihan berbahasa" jelas Heni.

 Heni juga berharap ke depan Takeda High School dapat menjadi Sister School bagi SMAN 1 Sigaluh, sehingga dapat memandu sekolahnya untuk maju sebagaimana sekolah-sekolah di Jepang. (HP)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00