• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KEBUMEN

Wisata Kebumen Curi Perhatian Investor Australia dan Swedia

13 August
21:09 2019
0 Votes (0)

KBRN, Kebumen: Potensi obyek wisata di Kabupaten Kebumen ternyata dilirik oleh investor dari luar negeri. Investor dari Australia dan Swedia berkunjung langsung ke Kebumen Selasa (13/8/2019) untuk mengeksplorasi potensi-potensi wisata Kebumen. Bahkan jauh sebelum hari ini, mereka telah mengamati potensi Kebumen melalui satelit.

Rombongan investor yang datang yaitu dari SDCP Holdings Pty Ltd Australia yang diwakili CEO Harry G Oesep dan Managing Partner Robby Susatyo. Dari Forrester Cohen International Group Limited, Australia datang CEO John Moor dan Gert Andersson selaku Co-Chairman Nowait Group dan CEO Nowaittransit AB, Swedia.

Kedatangan mereka didampingi Dany Amrul Ichdan selaku Senior Advisor BUMN di Kementerian BUMN. Rombongan calon investor tersebut bertemu langsung Bupati Kebumen Yazid Mahfudz dan Wakil Bupati Arif Sugiyanto. Hadir pula para asisten Setda, Kepala Dispora Wisata, Kepala Bap3Da, Kepala DPMPTSP, dan Kepala Disperindag.

Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz menyampaikan kedatangan investor tentunya sangat diterima dengan baik. Pihaknya merasa bangga bahwa para investor selama ini telah melihat Kebumen dari citra satelit, dan untuk akhirnya benar-benar terjun ke lapangan.

"Kami sangat berterima kasih dan welcome. Di Kebumen banyak tempat pariwisata potensial yang belum terasah seperti Pantai Menganti, Goa Jatijajar dan Goa Barat. Kebumen juga memiliki garis pantai sepanjang 57 kilometer,” tutur Yazid Mahfudz.

Senior Advisor BUMN Dany Amrul Ichdan menyampaikan sebuah aset harus dikelola dengan baik oleh dan untuk daerah. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri BUMN sebulan yang lalu di Kebumen. Menurut Dany, pengembangan wisata Kebumen perlu diupayakan dari segala sisi seperti tranportasi, resort, perhotelan, maupun obyek wisata itu sendiri. Selain itu, kemajuan pariwisata juga dapat menyerap pelaku UMKM di Kebumen. Dalam investasi ini, Pemkab bukan menyediakan finansial namun menyiapkan lahan dan mempermudah perizinan. 

"Targetnya di bulan Desember 2019, Master plan telah terbentuk. Ketika terjadi kesepakatan, maka aspek hukum akan ditindaklanjuti," papar Dany Amrul.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00