• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

INFO MASYARAKAT

Pembelajaran Harus Bisa Proyeksikan Masa Depan

11 July
07:41 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banjarnegara : Seorang guru di masa depan selain harus mengajak siswa  berfikir saintifik sebagaimana tuntutan Kurikulum 2013, juga harus bisa memproyeksikan kondisi masa depan bagi siswa. Hal itu disampaikan oleh praktisi pendidikan Sigit Mangun Wardoyo dalam Workshop Pengembangan Kurikulum yang diselenggarakan oleh SMAN 1 Sigaluh, Senin-Rabu (8-10/7).

Dosen Universitas Terbuka dan Unsoed itu mengatakan bahwa tuntutan Abad 21 lebih kompleks dibandingkan kondisi yang ada saat ini. "Guru selain harus bisa mengajak siswa berfikir kritis dan ilmiah, juga harus mulai mengembangkan tentang meta saintifik. Kemampuan untuk meneropong masa depan beserta tantangan dan peluangnya" jelas Sigit.

Jika guru hanya mengajarkan apa yang terjadi saat ini dan masa lampau, tambah Sigit, maka para siswa yang 5 hingga 6 tahun kedepan akan terjun ke masyarakat akan mengalami kegagapan. 

"Disrupsi teknologi di era Revolusi 4.0 mustinya menyadarkan para guru, bahwa siswa-siswa mereka akan hidup di masa depan. Sekolah akan gagal berfungsi jika bekal yang diberikan hanya untuk menghadapi masa kini" tandas Sigit.

Sekolah harus miliki branding

Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX, Dwi Yuliati Mulyaningsih juga menegaskan jika sekolah ingin dipercaya masyarakat maka harus memiliki branding khusus yang menjadikan masyarakat akan mempercayakan anaknya di sekolah tersebut. "Tidak masalah sekolah ada di pinggiran atau di pusat kota, kalau memiliki keunggulan khusus pasti akan diburu masyarakat" jelas Dwi.

Selain branding, tambah Dwi, juga sebuah sekolah harus memiliki inovasi-inovasi khusus agar mampu menarik siswa. "SMAN 1 Sigaluh sudah sangat baik dengan inovasi-inovasi seputar sekolah berintegritas. Hal lain harus digali, karena guru-guru di sini sangat potensial. Juga dengan sistem zonasi, sekolah pinggiran sekalipun pasti ada siswa berkualitas baik yang dapat mengangkat nama sekolah" jelas Dwi. (HP).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00