• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BUDAYA

Purbalingga Tampilkan Renggawis Pada Ajang BIAF 2019

4 July
15:33 2019
0 Votes (0)

KBRN Purbalingga: Tari Renggawis akan tampil pada ajang Borobudur International Arts and Performance (BIAF) 2019 di kompleks Candi Borobudur. BIAF digelar mulai Jum’at hingga Minggu (5-7/7/2019). Purbalingga menjadi salah satu penampil dari 19 kabupaten/kota serta lembaga lainnya. Purbalingga mendapat giliran tampil pada Sabtu (6/7/2017) pukul 14.00 WIB.
 
Selain menampilkan performance seni, Pemkab Purbalingga yang diwakili Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) juga mengikuti pameran yang ikut memeriahkan ajang tersebut.  
 
Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si mengatakan, tarian menonjolkkan kreasi seni tari dan rampak kendang yang menggambarkan tentang kekompakan, kesatuan dan kebersamaan. Tarian itu bisa menggambarkan segala sesuatu yang dilakukan secara bersama-sama dan kompak maka akan teruwujud suatu kekuatan untuk mencapai satu tujuan.
 
Karya seni Renggawis, lanjut Prayitno, memadukan kolaborasi tari dan musik kendang. Iringan menggunakan seperangkat alat calung dan tidak keluar dari ciri khas Banyumasan. “Susunan gerak tari menggunakan gerak gaya Banyumasan yang dikembangkan, dan dibumbui dengan gerak gaya Jawa Barat sebagai khas pesisir dan gerak Surakarta agar tetap bernuansa khas Jawa Tengah,” kata Prayitno, Kamis (4/7/2019).
 
Prayitno mengatakan,  Pemkab Purbalingga bertekad terus mengembangkan event dan atrasi seni untuk mendukung pariwisata. “Kami menyadari, event wisata menjadi daya tarik kunjungan wisata dan memberikan dampak positif terhadap kunjungan serta promosi wisata di suatu daerah, oleh karenanya Pemkab Purbalingga mulai tahun 2019 ini terus mendorong penyelenggaraan event untuk mendongkrak kunjungan wisatawan,” kata Prayitno.
 
Prayitno menambahkan, untuk stand pameran produk yang ditampilkan berupa aneka kerajinan rajut, batik, patung Soedirman, aneka kerajinan bahan bathok kelapa dan ecoprint. Ditampilkan pula produk makanan seperti Banana Chips Dim Dim, Makaroni Keju, abon ikan dan abon lele, sambal nanas, brownis kering, kopi kula, kopi inlander, sereal wedang menir. Choco lolipop, ladrik, potato chips, jus nanas, dodol nanas, sambal knalpot dan coklat tempe.
 
“Produk UKM ini sebagian juga merupakan produk dari desa wisata dan souvenir untuk wisatawan,” tambah Prayitno. (spj)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00