• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANJARNEGARA

SMA Negeri Pinggiran di Banjarnegara, Masih Kekurangan Siswa

3 July
15:25 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banjarnegara : Beberapa sekolah SMA Negeri yang tergolong pinggiran masih kesulitan memenuhi jumlah siswa. Diantaranya SMA Negeri 1 Sigaluh, SMA Negeri 1 Wanadadi dan SMA Negeri 1 Batur. Dari laman http://jateng.siap-ppdb.com, sekolah-sekolah tersebut antara pagu atau kuota kursi yang tersedia dengan jumlah siswa yang sudah mendaftar masih tersedia sejumlah kursi yang belum terisi. 

Di SMAN 1 Sigaluh misalnya, dari kuota 252 siswa, saat ini yang mendaftar online dan diterima di sekolah tersebut sementara baru 159 siswa. Sehingga mereka masih kekurangan sekitar 97 siswa. Wakil Kepala Bidang Hubungan Masyarakat SMAN 1 Sigaluh Heni Purwono membenarkan hal itu. Dikatakannya bahwa sistem PPDB on line tahun ini cukup merugikan bagi sekolahnya.

"Kami yang berada di sekolah pinggiran merasa dirugikan karena kuota siswa prestasi dari luar zona ditambah menjadi 15%, setelah Permendikbud diganti. Kami khilangan kesempatan mendapat siswa-siswa berprestasi. Bahkan ada siswa brprestasi yg sudah daftar di sekolah kami, ditelfon sekolah lain yang berlabel favorit, diminta pindah kesana, sehingga kami kehilangan. Belum lagi, siswa yg daftar SMK Negeri tapi tidak diterima, mereka tidak bisa daftar on line di SMA karena sistem aplikasinya memang diseting tidak bisa" jelas Heni.

Padahal sistem PPDB on line tahun lalu, menurut Heni sudah sangat baik. Distribusi siswa merata, dan sekolah-sekolah pinggiran bisa unjuk prestasi karena mereka mendapat banyak siswa berprestasi. 

"Popda tahun kemarin kan bisa dilihat, juara-juaranya cukup menyebar. Kami yang sekolah pinggiran juga bisa unjuk gigi dengan berprestasi di banyak hal karena siswa kami banyak. Semoga ini belum berakhir, kami dapat memenuhi kuota, sehingga guru-guru kami pun nyaman karena tidak kekurangan jam mengajar. Karena jika kekurangan jam mengajar, mereka harus mengajar di sekolah lain, dan tentu tidak bisa fokus membina prestasi siswa" tambah Heni.

tambah Heni, SMK Negeri masih kelebihan pendaftar. Karenanya ia berharap ada kebijakan khusus bagi SMA Negeri yang belum memenuhi kuota siswa untuk dapat mendaftarkan siswa secara off line sampai kuotanya terpenuhi. 

"Jika tidak ada kebijakan itu, maka siswa yang ingin sekolah di sekolah negeri, tapi tertolak di SMK Negeri, maka mau tidak mau dia harus ke sekolah swasta. Padahal mungkin mereka terkendala biaya" tambah Heni.

Sebagai gambaran pendaftar di SMKN 2 Bawang, yg kuota hanya 500 an, yg daftar sekitar 800 an. Sementara SMA Negeri pinggiran masih kkurangan siswa banyak. (HP). 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00