• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KEBUMEN

Temukan Kecurangan Pilkades, AMAK Desak Bupati Tunda Pelantikan

3 July
15:17 2019
0 Votes (0)

KBRN, Kebumen: Sedikitnya 50 orang dari Aliansi Masyarakat Antiwuwur Kebumen (AMAK) Rabu (3/7/2019) melakukan aksi unjukrasa di DPRD Kebumen. Sebelumnya, masa aksi telah melakukan aksinya di depan komplek Setda dan Pendopo rumah dinas Bupati Kebumen. Unjuk rasa dari AMAK ini terkait adanya dugaan kecurangan yang terjadi selama gelaran Pilkades serentak di 346 desa di Kabupaten Kebumen pada 25 Juni 2019.

Dalam orasinya, koordinator aksi Wibisono Susanto antara lain menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima aduan adanya pungli, wuwuran (money politic), kecurangan, intimidasi dan lainnya.

"Kami dari AMAK dan berbagai elemen masyarakat Kabupaten Kebumen meminta kepada DPRD Kabupaten Kebumen untuk segera melakukan revisi Perda Kebumen Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa," kata Wibisono.

Ketua AMAK Eko Wahyudi, pada kesempatan yang sama mengatakan selain meminta revisi Perda, pihaknya juga mendesak Bupati Kebumen untuk menunda pelantikan Calon Kepala Desa terpilih, yang terdapat dugaan pelanggaran sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Ia juga menegaskan bahwa gerakan yang dipimpinnya bukan gerakan politik.

"Kami murni gerakan nurani, tidak ada unsur politik sama sekali. Kami bergerak karena menurut kami, Pemkab Kebumen telah gagal dalam menyelenggarakan Pilkades yang bersih," tegas Eko.

Disampaikannya, posko aduan AMAK sampai saat ini telah menerima sedikitnya 41 laporan dugaan pelanggaran. Ia pun mengaku telah melaporkan hal ini kepada pihak terkait yaitu Satpol PP selaku penegak Perda. Namun, lanjut Eko, tindak lanjut dari pemerintah terkesan setengah hati.

"Karenanya kami mendesak kepada Bupati Kebumen untuk segera mengevaluasi dan/atau mengganti oknum Kepala Dinas/ Instansi terkait dengan figur yang lebih tegas dan berkompeten agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh dedikasi serta bertanggung jawab," kata Eko lagi.

Usai melakukan orasi di depan gedung DPRD, masa aksi diterima oleh anggota Komisi A Kurniawan didampingi Kabag Humas Sekretariat DPRD Agus Septadi. Kepada perwakilan masa yang diterima di ruang rapat Komisi A, Kurniawan antara lain menyampaikan apresiasinya kepada AMAK yang telah mau datang ke DPRD untuk menyuarakan aspirasinya.

Terkait aspirasi yang menjadi tuntutan AMAK, kepada audiens Kurniawan menyampaikan akan menyampaikan terlebih dahulu kepada pimpinan Komisi A. Hal ini, kata Kurniawan, adalah prosedur yang semestinya ditempuh karena ia bertindak sebagai anggota Komisi A dan bukan selaku pribadi.

"Terlebih dahulu akan saya laporkan ke pimpinan saya, untuk selanjutnya kami akan undang Dinas terkait dan akan kami pertemukan dengan anda semua." Jelas Kurniawan.

Usai menyampaikan aspirasi dan mendapat jawaban dari DPRD melalui Komisi A, masa AMAK membubarkan diri dengan tertib pada pukul 13:45 WIB.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00