• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANJARNEGARA

Disperindagkop UKM Gelar Pelatihan Reparatir

26 June
18:47 2019
2 Votes (5)


KBRN, Banjarnegara: Dinas Perindustrian Perdagangan Dan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Banjarnegara menggelar Pelatihan Reparitir, Senin - Kamis (24-27 /6/2019) di Ruang Aula Dinas lokal.

Kegiatan diikuti oleh 20 peserta yang sebelumnya telah mengikuti seleksi untuk dapat mengikuti kegiatan ini.

Joi Setiawan, S.Sos, M.Si, Kepala Disperindagkop UKM mengatakan narasumber dalam kegiatan ini dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kota Yogyakarta, Bidang Metrologi Hukum Kabupaten Banyumas dan Praktisi dari Satker Kati Banyumas.

“Kegiatan ini untuk memberikan bekal bagi peserta yang ahli untuk menjadi repartir UTTP dan dapat menjadi embrio berdirinya repartir untuk membantu pelaksanaan tera atau tera ulang alat UTTP di Kabupaten Banjarnegara” katanya.

Joi Setiawan menjelaskan, setiap transaksi perdagangan di masyarakat selalu menggunakan alat ukur, takar timbang untuk menentukan harga transaksi, maka kondisi alat ukur yang terkalibrasi sangat menentukan transaksi keuangan sehingga terjadi transaksi yang merugikan kedua belah pihak.

“Penentuan hasil pengukuran yang tidak akurat jika dilakukan dalam jumlah yang banyak dan dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan bertambahnya dana bagi masyarakat, lebih dulu untuk jenis perdagangan yang sering digunakan orang banyak, misalnya BBM, dan untuk perdagangan yang membutuhkan mahal, bahkan emas” katanya.

Menurutnya, kerugian masyarakat yang terus-menerus dapat menimbulkan “kekacauan” di masyarakat karena semakin berkurang dalam pengukuran. 

Dalam keadaan seperti ini, negara harus “hadir” untuk menyelesaikannya dengan menyediakan seluruh alat ukur yang digunakan benar-benar akurat.

Dalam pelaksanaan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1985 tentang alat ukur yang wajib tera dan tera ulang yang ditetapkan UTTP yang wajib tera / tera yang diulangi adalah alat UTTP yang digunakan untuk keperluan umum, usaha, pengangkutan dan menerima barang, ganti pungutan atau upah, menentukan produk akhir dalam perusahaan.

“Didalam proses peneraan ini Dinperindagkop UKM memiliki wewenang untuk melakukan atau memasang alat ukur yang dimiliki oleh masyarakat akan tetapi membutuhkan proses yang sering diperoleh alat ukur yang tidak dapat langsung dilakukan pengujian sehingga harus dilakukan reparasi terlebih dahulu. Disitulah fungsi seorang repartir Diperlukan ”katanya.

Joi Setiawan berharap, para peserta untuk mengikuti kegiatan pelatihan yang mengikuti pelatihan yang baru pertama kali dan yang jarang diadakan oleh pemerintah, sehingga keahlian yang dibutuhkan adalah keahlian khusus yang tidak dibutuhkan banyak orang.

“Semoga kedepannya Unit Metrologi Legal Kabupaten Banjarnegara dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Banjarnegara dan menjamin keakuratan alat ukur di seluruh Kabupaten Banjarnegara” katanya. (spj)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00