• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

INFO MASYARAKAT

Sekolah Favorit Masih Diburu Siswa

26 June
10:28 2019
1 Votes (4)

KBRN, Banjarnegara : Meskipun sistem zonasi telah diterapkan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) on line SMA Negeri, namun tampaknya masyarakat masih memburu sekolah yang dianggap favorit. Hal itu terlihat di SMA Negeri 1 Banjarnegara misalnya.

 Hingga Rabu (26/6/2019) tidak kurang dari 400 siswa melakukan verifikasi berkas dan pengajuan akun di sana. Padahal, daya tampung siswa baru di SMAN 1 Banjarnegara hanya sejumlah 324 siswa saja. 

Dalam proses verifikasi berkas ini, siswa baru mengumpulkan berkas berupa foto kopi Kartu Keluarga, Akte Kelahiran, Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) serta piagam prestasi bagi yang memiliki.

Kepala SMA Negeri 1 Sigaluh Banjarnegara Imam Raharjo menilai, ada persepsi yang keliru di masyarakat sehingga mereka masih mengejar sekolah favorit. Hal itu ditambah kebijakan pemerintah yang merevisi aturan PPDB dengan menambah kuota siswa berprestasi di luar zonasi dari 5% menjadi 15%.

 “Padahal spirit zonasi sebenarnya untuk memeratakan kualitas pendidikan agar tidak ada kesenjangan. Faktanya, masyarakat masih menginginkan kastanisasi dengan masih memburu sekolah favorit dan enggan menyekolahkan anaknya di sekolah terdekat dengan rumahnya. Saya pikir pemerintah harus serius menangani hal ini. Konsisten membuat aturan, dan mendorong serta memfasilitasi sekolah-sekolah pinggiran agar kualitasnya sama dengan sekolah-sekolah favorit. Sehingga masyarakat tidak lagi berebut sekolah favorit, namun menyekolahkan anaknya di sekolah terdekat dengan rumah” jelas Imam.

Tanpa tindak lanjut setelah penerapan sistem zonasi PPDB, tambah Imam, maka hukum pasar akan berlaku. Masyarakat pasti akan memilih sekolah yang berkualitas.

“Bagusnya, kebijakan zonasi akan menghidupkan juga sekolah swasta. Masyarakat yang tidak puas dengan kualitas sekolah negeri yang nantinya memiliki kualitas seragam, maka akan menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta yang dianggap mampu memenuhi ekspektasi masyarakat. Sistem zonasi ini harus kita dukung untuk memperbaiki kualitas pendidikan secara menyeluruh” ujar Imam.

Salah satu siswa lulusan SMP Negeri 1 Banjarnegara Adzin Abiyu yang mendaftar di SMA Negeri 1 Sigaluh menilai bahwa sistem zonasi semestinya tidak perlu dikhawatirkan oleh siswa. Menurutnya, bersekolah di manapun asal memiliki kemauan keras dan mental yang kuat, akan tetap dapat meraih prestasi.

“Beberapa teman ada yang mencoba mendaftar di SMAN 1 Banjarnegara, padahal rumah mereka di Kecamatan Sigaluh. Kalau saya karena rumahnya di Gembonga, maka tetap daftar di SMAN 1 Sigaluh. Karena saya yakin dengan sistem zonasi, semua sekolah kualitasnya akan sama. Apa lagi dengan sudah berjalan satu tahun saja, sudah dapat terlihat SMAN 1 Sigaluh banyak meraih prestasi. Itu menunjukkan sebenarnya semua sekolah sekarang kualitasnnya sama” ujar siswa yang menjadi juara 1 Olimpiade Siswa Nasional (OSN) IPA SMP tahun lalu ini.

Untuk diketahui, setelah melakukan Verifikasi Berkas dan Pengajuan Akun, calon siswa baru SMA Negeri akan melakukan Pendaftaran On Line PPDB secara serentak pada 1 hingga 5 Juli 2019 mendatang. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Dwi Yuliati Mulyaningsih berpesan agar para calon siswa tidak perlu mengantre di sekolah-sekolah, apa lagi sampai menginap di sekolah yang didaftar.( HP).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00