• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

PURBALINGGA

Tingkat Keamanan Pangan di Pasar Panican Relatif Aman

23 May
14:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Purbalingga: Di hari terakhir pemeriksaan pangan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga dan beberapa instansi hanya ditemukan satu sampel positif yang mengandung Rhodamin B di Pasar Panican. Hal ini disampaikan oleh Staf Seksi Kefarmasian dan Alat Kesehatan pada Dinkes Purbalingga, Yuni Dwi Kushartati saat pemeriksaan makanan di Bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1440 H di Pasar Panican, Rabu (22/5/2018).

Yuni mengatakan keamanan pangan di Pasar Panican tidak ditemukan adanya makanan yang mengandung formalin maupun boraks dari hasil uji sampel yang dilakukan. Dari 23 sampel yang diambil di Pasar Panican ini hanya ditemukan satu sampel yang positif mengandung Rhodamin B yakni Jenang Tape ‘Mawar’.

“Hampir semua aman hanya satu Jenang Tape merek Mawar produksi dari Purwokerto yang positif memakai Rhodamin B,” kata Yuni.

Dari temuan tersebut, Dinkes Purbalingga langsung melakukan pembinaan kepada penjual jenang tape yang dinyatakan positif mengandung Rhodamin B. Ia bersama jajarannya mengimbau kepada penjual jenang tape agar tidak membeli dan menjual jenang tape tersebut kepada masyarakat karena bahaya yang dapat ditimbulkan bagi kesehatan.

“Tadi kita sudah menyampaikan ke penjualnya untuk berhati-hati dan kami minta penjualnya untuk bilang ke sales atau produsennya tidak menerima produk seperti itu lagi,” ujarnya.

Jenang Tape ‘Mawar’ ini juga akan diuji kembali di Laboratorium Kesehatan Daerah karena produk tersebut telah mengantongi PIRT. Padahal produk makanan yang sudah mendapatkan PIRT seharusnya tidak mengandung bahan tambahan makanan yang berbahaya.

“Kita nanti coba dicek karena ini sudah berijin PIRT, nanti kita cek ulang kembali,” kata Yuni.

Dari hasil pemeriksaan yang hanya ditemukan satu sampel positif berpewarna tekstil, Dinkes Purbalingga akan berkoordinasi dengan Kepala Pasar setempat untuk bisa meningkatkan keamanan pangan di Pasar Panican. Menurutnya, dari tujuh pasar yang dilakukan pemeriksaan makanan tiga pasar dinyatakan relatif aman dari bahan tambahan pangan berbahaya.

“Dari tujuh pasar, ada tiga pasar yang aman dari bahan berbahaya Pasar Kutawis tidak ditemukan adanya Rhodamin B, formalin maupun boraks kemudian Pasar Bukateja hanya satu sampel yang positif mengandung Rhodamin B yakni mireng lidi yang sudah diolah dan Pasar Panican hanya satu yang mengandung Rhodamin B yaitu jenang tape ‘Mawar’ dari Jawa Barat,” jelasnya.

Ia berharap tingkat keamanan pangan di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Purbalingga dapat meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Baik penjual dan pembeli juga harus cerdas dan berhati-hati dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Kecamatan maupun Desa untuk ikut memantau keamanan pangan di pasar. Jadi keamanan pangan ini menjadi tanggung jawab bersama,” pungkas Yuni. (spj)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00