• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BUDAYA

Tidak Punya Lahan, Bukan Alasan Tidak Bisa Berkebun

9 May
13:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Brebes:  Tanam Sayur dan buah dalam pot (Tabulapol)  salah satu solusi keterbatasan n lahan untuk berkebun atau bercocok tanam.

Lahan sempit pekarangan, perkantoran bahkan emperan rumah pun dapat dijadikan tempat berkebun tanaman hortikultura seperti cabe, terong, sawi, kemangi, tanaman obat, bumbu dan lain sebagainya.

Pemanfaatan lahan perkantoran di saat waktu puasa untuk menanam benih kebaikan, juga dilakukan anggota Kodim 0713 Brebes, untuk melakukan penyemaian bibit tomat, cabe dan terong.  

Hal ini dilakukan PNS/ASN Agus Idaman, anggota Staf Teritorial dan Serda Moh Idham Kholid Umar, sedang mengecek perkembangan pertumbuhan benih tomat yang baru berumur 6 hari, selepas melaksanakan apel pagi, Kamis (9/5/2019).

“Saya berharap dengan pemantauan dan penyiraman rutin inilah, bibit yang akan ditanam di plastik polybag bisa menjadi bibit yang unggul dan buahnya banyak,” ungkapnya.

Ditambahkannya, polybag juga telah disiapkan dengan pupuk organik yang dicampur dengan tanah yang subur terlebih dahulu. Ditanya soal panen, Agus menjawab bahwa hasilnya nanti dapat dimanfaatkan oleh Persit selain untuk dibawa pulang guna menghemat pembelian sayur-mayur dalam meningkatkan gizi keluarga.

Apa yang dilakukan ini merupakan salah satu pelaksanaan non program Kodim guna menghijaukan perkantoran dan pengendali iklim sekitar kantor, juga dapat menjadi contoh bagi tamu yang datang, bahwa upaya khusus ketahanan pangan Kodim juga dilakukan di home base menggunakan tray semai.

Jika ditanam di pekarangan rumah, tujuannya sebagai sumber tambahan penghasilan keluarga, penyerap karbondioksida guna menghasilkan oksigen, tempat resapan air hujan dan air limbah keluarga ke dalam tanah, melindungi tanah dari kerusakan erosi, tempat pendidikan bagi anggota keluarga tentang pentingnya tanaman, serta estetika/keindahan maupun kenyamanan penghuninya.(Aan)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00