• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

INFO MASYARAKAT

Pintu Stasiun Banjarnegara Berubah, Komunitas Sejarah Membuat Petisi

20 April
19:50 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banjarnegara : Salah satu bangunan cagar budaya di Banjarnegara yang memiliki nilai sejarah tinggi adalah Stasiun Banjarnegara. Pada masa kejayaannya, di tahun 1900 an awal, operator Serajoedal Stoomtram Matscapij (SDS), menjadikan stasiun tersebut sebagai stasiun terbesar kedua setelah Stasiun Purwokerto.

Namun kondisinya saat ini kurang terawat, dijadikan sebagai toko bahan bangunan. Bahkan pintu utama asli stasiun tersebut.

Hal itu menimbulkan keprihatinan bagi para pecinta sejarah di Banjarnegara, sehingga memunculkan petisi #SaveSatsiunBanjarnegara.

Ketua Yayasan Sejarah dan Budaya (Sebaya) Heni Purwono mengatakan, Pemda beserta PTKAI harus segera melakukan upaya penyelamatan cagar budaya stasiun Banjarnegara agar tidak mengalami kerusakan atau perubahan dari bentuk aslinya.

"Saya sudah berkali-kali mengingatkan Pemda, agar segera dibuat Perda tentang cagar budaya. Namun sepertinya hal itu dinilai belum mendesak, sehingga tidak ada tanggapan sama sekai. Kalau ha seperti ini dibiarkan, maka banyak cagar budaya di Banjarnegara yang akan rusak atau bahkan hilang sama sekali" kata Heni Sabtu ( 20/4/2019).

Padahal, tambah Heni, cagar budaya di Banjarnegara sangat kaya dan mewakili ragam zaman masing-masing, mulai zaman klasik Hindu-Budha, zaman Islam, zaman Kolonial, sampai zaman kontemporer.

"Sangat disayangkan jika cagar budaya Banjarnegara tidak dirawat. Padahal jika Pemda atau PTKAI kreatif dan jeli, stasiun  Banjarnegara bisa dijadikan museum, atau cafe yang secara fungsi bersifat kekinian dan disukai anak muda, namun tidak merubah bentuk aslinya" tambahnya.

Sementara itu Ketua Komunitas Cagar Budaya Banjarnegara Mujib Nurwahid Titian Asmo mengajak agar masyarakat Indonesia, khususnya warga Banjarnegara, untuk turut menandatangani petisi penyelamatan cagar budaya stasiun Banjarnegara melalui laman:
https://www.change.org/p/pemerintah-kabupaten-banjarnegara-selamatkan-cagar-budaya-stasiun-banjarnegara-122ae0ee-1ad8-4170-bfb9-f83ea6218fa1/share_for_starters?just_created=true.

Menurut Mujib, stasiun Banjarnegara harus dijaga keasliannya, agar generasi mendatang tahu sejarah kotanya.

Hal senada disampaikan Sejarawan Universitas Airlangga Surabaya Purnawan Basundoro. Menurutnya, stasiun Banjarnegara punya nilai historis yang sangat penting dalam sejarah transportasi di Banyumas Raya.

"Stasiun tersebut sangat penting, dan tidak boleh berubah bentuk, apalagi hanya sekadar untuk aktivitas komersial. Sejarah transportasi di Banyumas raya akan hilang ketika stasiun itu hilang" tandas penulis buku "Arkeologi Transportasi" itu, yang beberapa waktu mendatang akan dilaunching di Banjarnegara. ( HP).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00