• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

LUAR NEGRI

Sarjana Kubur, Upaya Mahasiswa Kenali dan Doa di Makam Tokoh Islam Mesir

29 May
14:00 2018
1 Votes (4)

KBRN, Kairo: Mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir, mempunyai cara unik  untuk belajar sejarah dan tokoh terkenal yang telah membangun peradaban Islam yang berasal dari Mesir. 

Selain itu, mereka juga berusaha mempelajari, cara hidup dan perjuangan untuk menyebarkan islam dari Mesir hingga ke Indonesia. Caranya mereka melakukan ziarah kubur, ke sejumlah makam pemikir, ilmuwan, tokoh islam yang ada di Mesir.  

Mahasiswa ini melakukan juga melakukan ziarah kubur ke sejumlah makan keturunan Nabi Muhammad. Seperti makam, Sayyidan Husien,  Sayyidah Zainab, dan Sayyidah Nafisah. Untuk tokoh Islam diantaranya, Imam Syafi’i, Imam Jalallaudin As Syuyuti dan puluhan tokoh islam lainya di Mesir. 

Komunitas ini diberi nama Sakub atau Sarjana Kubur, yang telah berdiri sejak tahun 2011. Pegiat Komunitas Sakub Muhid Rohman mengatakan, biasanya ziarah kubur ini dilakukan pada waktu- waktu tertentu. Seperti acara peringatan meningalnya tokoh, menjelang puasa, menjelang ujian, peringatan hari besar Islam dan lainya. 

Dengan tujuan guna mendoakann tokoh tersebut, dan juga mempelajari cara hidup dan perjuangan mereka yang telah berkontribusi banyak terhadap peradaban Islam. Sebab di Mesir sejak dulu kala, menjadi lokasi tinggal bagi tokoh yang memberikan sumbangan pikiranya teradap kemajuan peradaban islam. 

Termasuk anak keturuan Nabi Muhammad SAW. Muhid di Kairo Senin (28/5/2018) malam waktu Kairo menjelaskan, sebelum melaksanakan doa, ada anggota komunitas yang membacakan riwayat tokoh yang makamnya didatangi.

“ Jadi sebelum membacakan tahlil, dan hadiah Fatihah. Kita bergiliran, jadi missal makam pertama sudah disampaikan oleh kawan A. Nanti makam selanjutnya oleh kawan B, untuk menceritakan biografi singkat. Siapa yang kita ziarahi, apa karyanya, siapa gurunya, siapa muridnya,”kata Muhid di Kairo.

Dalam sekali pelaksanaan ziarah ini, diikuti oleh ratusan orang mahasiswa, tidak hanya berasal dari Indonesia. Namun juga ada sejumlah mahasiswa dari Malaysia,Thailand dan Philipina. Untuk menentukan waktu, dan tempat ziarah, Sakub mempergunakan media sosial. (RA).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00