• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

LUAR NEGRI

Antisipasi Politik SARA, Panwaslu Kairo Pantau Medsos

28 May
21:21 2018
0 Votes (0)

KBRN, Kairo : Sore menjelang buka puasa, Akmal Jamaludin mahasiswa Indonesia, yang sedang menempuh studi di Universitas Al- Azhar Kairo Mesir, sedang membuka sejumlah media sosial. 

Dari media sosial ini, dirinya mengaku sering mendapatkan informasi dan kejadian di tanah air. Tidak hanya informasi positif yang didapatnya, namun Akmal juga mengaku sering mendapatkan ujaran kebenciaan, berita bohong atau hoax dan lain sebagainya. 

Berita negatif dari media sosial ini, terutama menyudutkan sejumlah tokoh di Indonesia, yang digadang- gadang akan maju dalam kontestasi Pilpres 2019. Menurut Akmal, berita yang paling banyak, disebarkan melalui facebook dan group whatshapp. Untuk mengetahui kebenaraan berita yang diperoleh di media sosial ini, Akmal mencocokan dengan media masa yang ada khususnya media daring.

“ Apalagi sudah dekat Pemilu sering banget berita negatif, saya hanya aktif di facebook saja. Makanya saya hanya mengetahui berita tersebut di facebook, isinya menjelekan calon dan bakal calon,” kata Akmal.

 Panitia Pengawas Pemilu Luar Negeri ( Panwaslu LN) Kairo, terus memantau sejumlah media sosial. Guna mengantisipasi adanya ujuran kebencian, politik SARA dan hoax menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Presiden 2019. 

Anggota Panwaslu LN Kairo Muhammad Nora Burhanudin mengatakan hingga Senin (28/5/2018), pihaknya belum menemukan adanya akun media sosial di Kairo, yang menyebarkan adanya ujaran kebencian dan fitnah. Namun dari pantuanya ada sejumlah group whatsapp, yang mempunyai indikasi mulai menyebarkan berita yang isinya menjelekan seorang tokoh di Indonesia. 

“ Ada indikasi ke sana terkait ujaran kebencian, tapi belum sampai dalam tahap mengkhawatirkan. Hanya kesan- kesan saja, karena politik yang ada di kalangan WNI di Mesir (Masisir). Itu terkena imbas dari Indonesia, apapun berita maupun kampanye hitam di Indonesia. Itu terserap, minmal selalu didiskusikan dalam group whatsapp,”kata Nora.

Sebelumnya Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu RI Rahmat Badja, di Kairo beberapa hari lalu mengatakan, potensi pelanggran di luar negeri yakni digunkanannya politik SARA dalam menjaring calon pemilih dalam Pemilu Serentak 2019. (RA).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00