• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

LUAR NEGRI

Mesaharaty Tradisi Tongtek di Mesir dan Jazirah Arab

23 May
15:12 2018
1 Votes (4)


KBRN, Kairo : Kalau di kampung-kampung  yang ada di  Indonesia mengenal istilah tongtek saat menjelang sahur di bulan ramadhan. Kegiatan ini biasa dilakukan oleh anak-anak atau remaja masjid dengan membawa kentongan atau alat tabuh lainnya dengan berkeliling ke rumah warga untuk membangunkan sahur. 

Ternyata Mesir dan jazirah arab juga memiliki tradisi yang sama yang dikenal dengan istilah “Mesaharaty”. bahkan berlangsung berabad-abad lalu, hanya bedanya kalau di Indonesia dilakukan secara beramai-ramai, sementara di Mesir dilakukan hanya satu atau dua orang saja. 

Mesaharaty adalah seorang membawa gendang yang di tabuh dengan kayu, sehingga menciptakan suara nyaring diantara gang-gang saat sang Mesaharaty mengelilingi distrik atau komplek perumahan untuk membangunkan sahur bagi masyarakat Muslim menjalankan ibadah puasa. 

Kebiasaan itu dilakukan sepanjang bulan Ramadhan dengan berkeliling mulai pukul 01.30 - 02.30 waktu Mesir menjelang Sahur. Pada umumnya, sang Mesaharaty tidak saja mendendangkan pujian-pujian bulan Ramadhan, pujian-pujian alam, pujian-pujian kepada Nabi Muhammad SAW dan pujian-pujian kepada Tuhan. 

Namun, kadangkala memanggil nama anak-anak satu persatu, sehingga membuat anak-anak kecil di Mesir riang gembira dan turut bangun untuk sahur bersama keluarganya.

Pengamat Timur Tengah, Muhamad Falih menjelaskan mesaharaty pertama kalinya, dalam sejarah Islam dilakukan oleh Sahabat Bilal bin Rabah Ra (seorang muadzin di zaman nabi). Bilang ini  mengelilingi rumah para penduduk untuk membangunkan para sahabat, kadangkala bergantian dengan Ibnu Umi Kultsum. 

Kemudian seiringnya waktu masyarakat dunia arab mengikuti tradisi ini, di Saudi Arabia, Bahrain, Qatar, Kuwait, Suriah, Palestina, Lebanon, Yaman, Sudan, Tunisia, Maroko, Aljazair, Libya, Afghanistan dan lainnya. 

“ Kalau  di Mesir dilakukan tradisi tersebut dimulai seorang gubernur dimasa daulah Abbasiyah yang bernama Anbasah bin Ishaq bin Syimr bin Abu Hatim pada tahun 228 Hijriyyah di daerah Fustat Kota lama Mesir sekitar Masjid Amr bin Ash, Masjid tertua di Mesir,”kata Falih di Kairo Rabu (23/5/2018).

Lanjut Falih, pada masa daulah Fatimiyah ketika berkuasa di Mesir tugas mesaharaty langsung ditugaskan kepada para prajurit dengan mengetuk rumah-rumah para penduduk untuk sahur. 

Sejak saat itulah, tradisi Mesaharaty tersebut dalam khazanah kebudayaan Mesir terus berlangsung turun-temurun, sehingga pada tahun 90-an pernah difilmkan. 

Pada tahun 2014 juga sempat dijadikan sinetron anak-anak selama bulan Ramadhan termasuk syair pujian-pujian mesaharaty yang biasa didendangkan oleh Sayyed Mikawi salah seorang musisi kenamaan Mesir yang meninggal tahun 1997 masih di putar hingga kini oleh channel radio ERTU milik pemerintah Mesir setiap menjelang Sahur.

“Qumuu Ya Nayem… Sholluu We Sahharuu… Ja’a Ramadhan Kareem Yazurukum,” (Bangun wahai yang tertidur, sholat dan sahurlah kalian.  Bulan Mulia Ramadhan telah datang menyapamu) begitu para Mesaharaty biasanya memanggil sambil menabuh gendangnya. (MF/ RA).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00