• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

CILACAP

Lima Tahun Beraksi, Sindikat Pemalsu Ijazah di Cilacap Dibongkar

7 December
17:34 2017
0 Votes (0)

KBRN, Cilacap : Kepolisian Sektor Kroya, Polres Cilacap berhasil mengungkap sindikat pemalsuan dokumen ijazah kejar paket C.

Sindikat pemalsu ijazah terdiri dari 5 orang yang sudah beroperasi sejak tahun 2012.

Kapolres Cilacap  AKBP Djoko Julianto didampingi Kapolsek Kroya  AKP AM Suryoprobo dalam konferensi pers di Mapolres, Kamis (7/12/2017) siang menyebutkan dari ungkap kasus tersebut aparat berhasil menangkap 5 pelaku dengan peran berbeda.

Dikatakan, kelima pelaku masing-masing SKM (35) warga Desa Ayam Alas Kecamatan Kroya selaku pemesan ijazah palsu, ADN (47) warga Desa Ayam Alas Kroya, Cilacap dan AM (46) warga Kesugihan Cilacap selaku perantara serta AL, (45) warga Kesugihan Cilacap dan TSM (60) selaku pembuat ijazah palsu.

“Petugas berhasil menyita seperangkat  laptop dengan mesin scanner, printer, ratusan stempel instansi termasuk stempel dari instirusi kepolisia dan  beberapa lembar kertas bahan pembuat ijasah serta uang tunai 5,5 juta rupiah” jelas Kapolres.

Lanjut dia, terungkapnya pemalsuan ijasah palsu ini berawal dari pendaftaran seleksi calon perangkat Kepala Dusun di Desa  Ayam Alas,Kecamatan Kroya dengan salah satu pendaftarnya adalah tersangka SKM.

Saat dilakukan penelitian berkas di Balai Desa Ayam Alas panitia meragukan legalitas Ijasah Paket C dari tersangka SKM.

“Dari informasi tersebut petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku dan menyita barang bukti yang digunakan untuk memuat ijazah palsu” ujarnya.

Hasil pemeriksaan, kata Kapolres SKM  yang hanya mempunyai ijazah SMP meminta tolong kepada pelaku ADN dan AM untuk membuatkan ijazah kejar paket C sebagai persyaratan pendaftaran.

“Ijazah palsu tersebut dibuat oleh AL dibantu oleh TSM yang bertugas mencari logo hologram ijazah serta tanda tangan” tegasnya.

Sementara untuk jasa pembuatan 1 ijazah palsu SKM mengeluarkan uang sejumlah Rp 5,5 juta.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuma di atas 5 tahun penjara. (Sandy)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00