KBRN, Kendal : Sejak Desember 2018 hingga Februari 2019, terdapat sembilan kejadian aksi teror pembakaran Kendaraan Bermotor yang terjadi di Kabupaten Kendal.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono memerintahkan untuk staf yang berada di Polres ikut turun melakukan pengamanan, hal tersebut dilakukan lantaran jumlah personil Babinkamtibmas tidak memadai atau dalam beberapa desa/kelurahan hanya 1 Babinkamtibmas, sehingga cakupan pengamanan dirasa kurang.

Adapun jika dalam hal tersebut masih mengalami kekurangan, nantinya akan diturunkan staf dari Polda, untuk tugas yang dilakukan yaitu melakukan perencanaa keamanan yang perlu dilakukan.

“Salah satu upaya yang harus dilakukan dengan menggerakan seluruh staf yang ada di Polres agar dapat membantu penjagaan, karena perlu kita ketahua jumlah Babinkamtibmas tidak memadai, apalagi Kendal cukup luas. Dalam waktu dekat saya perintahkan Kapolres untuk mapping sekiranya dalam jangka 1 bulan, dan jika kurang saya turunkan dari staf dari Polda.” Jelas Irjen Pol Condro Kiriono.

Kapolda Jateng mengharapkan kepada masyarakat untuk melakukan penataan lingkungan terutama akses masuk lingkungan dengan menerapkan “one gate system” atau memberikan 1 akses keluar saat jam menunjukan diatas 12 malam. Sementara selain metode pengamanan tersebut, Kapolda telah mengusulkan untuk memberikan CCTV di setiap titik keluar desa maupun kelurahan.

Disisi lain Kasus Teror Pembakaran ini tidak ada hubungannya dengan Politik, Kapolda Jateng meminta masyarakat untuk tenang dan tidak berasumsi lain. Pihak Kepolisian akan bertindak secara Profesional dalam penanganan kasus. (Mulato Isha'an, RRI Surakarta)

" />
  • Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Video Podcast

Kapolda Jateng : Teror Pembakaran Tidak Berhubungan Dengan Politik

6 February
14:25 2019

KBRN, Kendal : Sejak Desember 2018 hingga Februari 2019, terdapat sembilan kejadian aksi teror pembakaran Kendaraan Bermotor yang terjadi di Kabupaten Kendal.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono memerintahkan untuk staf yang berada di Polres ikut turun melakukan pengamanan, hal tersebut dilakukan lantaran jumlah personil Babinkamtibmas tidak memadai atau dalam beberapa desa/kelurahan hanya 1 Babinkamtibmas, sehingga cakupan pengamanan dirasa kurang.

Adapun jika dalam hal tersebut masih mengalami kekurangan, nantinya akan diturunkan staf dari Polda, untuk tugas yang dilakukan yaitu melakukan perencanaa keamanan yang perlu dilakukan.

“Salah satu upaya yang harus dilakukan dengan menggerakan seluruh staf yang ada di Polres agar dapat membantu penjagaan, karena perlu kita ketahua jumlah Babinkamtibmas tidak memadai, apalagi Kendal cukup luas. Dalam waktu dekat saya perintahkan Kapolres untuk mapping sekiranya dalam jangka 1 bulan, dan jika kurang saya turunkan dari staf dari Polda.” Jelas Irjen Pol Condro Kiriono.

Kapolda Jateng mengharapkan kepada masyarakat untuk melakukan penataan lingkungan terutama akses masuk lingkungan dengan menerapkan “one gate system” atau memberikan 1 akses keluar saat jam menunjukan diatas 12 malam. Sementara selain metode pengamanan tersebut, Kapolda telah mengusulkan untuk memberikan CCTV di setiap titik keluar desa maupun kelurahan.

Disisi lain Kasus Teror Pembakaran ini tidak ada hubungannya dengan Politik, Kapolda Jateng meminta masyarakat untuk tenang dan tidak berasumsi lain. Pihak Kepolisian akan bertindak secara Profesional dalam penanganan kasus. (Mulato Isha'an, RRI Surakarta)

Tentang Penulis

Susi Lintang

susi lintang kbrn 

Berita Terbaru

   

Ratusan CJH Asal Kabupaten Blitar Tidak Lunasi Biaya Haji Tahap Pertama

00:00:00 / 00:00:00