KBRN, Lhokseumawe : Upaya pencegahan penyakit Difteri kepada Pelajar di Kota Lhokseumawe masih terkendala pemahaman Masyarakat dipedalaman desa yang menolak upaya pencegahan melalui pemberian Vaksinasi kepada anak dilingkungan Sekolah.

Hambatan tersebut diakui Kepala Bagian Penanggulangan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes kota Lhokseumawe dr. Helizar, usai memberilkan pemahaman sosialisasi penyakit Difteri yang sudah beberapa kasus ditemukan diwilayah ini kepada pelajar SDN 11 dipedalaman Desa Seunubok Kecamatan Blang Mangat baru-baru ini.

Selain mengajak masyarakat agar melakukan pemberian vaksinasi  kepada anak sedini mungkin, Dinas Kesehatan dikatakan dr. Helizar, Terus berupaya mendeteksi penderita penyakit Difteri dilingkungan masyarakat.

Meski tidak menyebutkan jumlah dan identitas penderita yang sudah beberapa kasus ditemukan diwilayah ini, mereka penderita dikatakan dr. Helizar sama sekali tidak pernah mendapatkan vaksinasi pencegahan penyakit menular Difteri.

Oleh Karena itu pihaknya terus bekerja melakukan penanggulangan dan pencegahan melalui kegiatan sosialisasi dan pemberian vaksinasi kepada masyarakat yang dilakukan dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah. (Zulfikri, PRO 3 RRI Lhokseumawe)

" />
  • Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Video Podcast

Kasus meningkat Warga Desa Tolak Pemberian Vaksinasi Difteri Kepada Pelajar

12 September
11:55 2019

KBRN, Lhokseumawe : Upaya pencegahan penyakit Difteri kepada Pelajar di Kota Lhokseumawe masih terkendala pemahaman Masyarakat dipedalaman desa yang menolak upaya pencegahan melalui pemberian Vaksinasi kepada anak dilingkungan Sekolah.

Hambatan tersebut diakui Kepala Bagian Penanggulangan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes kota Lhokseumawe dr. Helizar, usai memberilkan pemahaman sosialisasi penyakit Difteri yang sudah beberapa kasus ditemukan diwilayah ini kepada pelajar SDN 11 dipedalaman Desa Seunubok Kecamatan Blang Mangat baru-baru ini.

Selain mengajak masyarakat agar melakukan pemberian vaksinasi  kepada anak sedini mungkin, Dinas Kesehatan dikatakan dr. Helizar, Terus berupaya mendeteksi penderita penyakit Difteri dilingkungan masyarakat.

Meski tidak menyebutkan jumlah dan identitas penderita yang sudah beberapa kasus ditemukan diwilayah ini, mereka penderita dikatakan dr. Helizar sama sekali tidak pernah mendapatkan vaksinasi pencegahan penyakit menular Difteri.

Oleh Karena itu pihaknya terus bekerja melakukan penanggulangan dan pencegahan melalui kegiatan sosialisasi dan pemberian vaksinasi kepada masyarakat yang dilakukan dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah. (Zulfikri, PRO 3 RRI Lhokseumawe)

Tentang Penulis

zulfikri yasin

< div kejur2an, Aneuk Nanggroe</div>

00:00:00 / 00:00:00