KBRN, Lhokseumawe : Karena persoalan lahan parkir,  ratusan massa mengamuk dan menyerang kantor kepala desa kota kecamatan banda sakti kota lhokseumawe .

Insiden penyerangan kantor Desa terjadi kamis sore  (22/08/2019), bukan hanya  Mengakibatkan kerusakan gedung namun sejumlah fasilitas yang Ada dalam kantor juga ikut dihancurkan oleh massa.

Menurut Aparatur Kecamatan Banda Sakti Baktiar, penyerangan kantor kepala desa oleh masyarakat ini dipicu dari  persoalan perebutan lahan yang selama ini dipergunakan nelayan untuk menjemur ikan. Akan tetapi pihak Kepala Desa menyuruh para nelayan untuk mengosongkan lahan karena akan di pergunakan untuk kepentingan lainya.

Menolak keputusan tersebut, pada awalnya Warga berniat menemui Kepala Desa untuk membicarakan persoalan pengambilan lahan yang telah lama dipergunakan nelayan. Namun kesal tidak menjumpai Kepala Desa warga yang tersulut emosi malah bersikap anarkis melampiaskan kemarahan  melalukan perusakan kantor desa.

Camat Banda Sakti kota Lhokseumawe,  Bakhtiar mengatakan  warga nekat menghancurkan kantor kepala desa kota  karena kesal  tidak bisa bertemu dengan Kades dan Sekretaris  untuk mempertanyakan pengosongan lahan yang telah lama mereka pakai untuk mencari rezeki.

Pasca insiden penyerangan kantor sejumlah anggota polisi  langsung mengamankan lokasi dan memasang police line di tkp, selain  telah mengamankan lokasi aparat kepolisian  juga masih melakukan pengamanan di kantor kepala desa Lhokseumawe. (Zulfikri, PRO 3 RRI Lhokseumawe)

" />
  • Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Video Podcast

Karena Emosi Warga Nelayan Hancurkan Kantor Desa

22 August
22:46 2019

KBRN, Lhokseumawe : Karena persoalan lahan parkir,  ratusan massa mengamuk dan menyerang kantor kepala desa kota kecamatan banda sakti kota lhokseumawe .

Insiden penyerangan kantor Desa terjadi kamis sore  (22/08/2019), bukan hanya  Mengakibatkan kerusakan gedung namun sejumlah fasilitas yang Ada dalam kantor juga ikut dihancurkan oleh massa.

Menurut Aparatur Kecamatan Banda Sakti Baktiar, penyerangan kantor kepala desa oleh masyarakat ini dipicu dari  persoalan perebutan lahan yang selama ini dipergunakan nelayan untuk menjemur ikan. Akan tetapi pihak Kepala Desa menyuruh para nelayan untuk mengosongkan lahan karena akan di pergunakan untuk kepentingan lainya.

Menolak keputusan tersebut, pada awalnya Warga berniat menemui Kepala Desa untuk membicarakan persoalan pengambilan lahan yang telah lama dipergunakan nelayan. Namun kesal tidak menjumpai Kepala Desa warga yang tersulut emosi malah bersikap anarkis melampiaskan kemarahan  melalukan perusakan kantor desa.

Camat Banda Sakti kota Lhokseumawe,  Bakhtiar mengatakan  warga nekat menghancurkan kantor kepala desa kota  karena kesal  tidak bisa bertemu dengan Kades dan Sekretaris  untuk mempertanyakan pengosongan lahan yang telah lama mereka pakai untuk mencari rezeki.

Pasca insiden penyerangan kantor sejumlah anggota polisi  langsung mengamankan lokasi dan memasang police line di tkp, selain  telah mengamankan lokasi aparat kepolisian  juga masih melakukan pengamanan di kantor kepala desa Lhokseumawe. (Zulfikri, PRO 3 RRI Lhokseumawe)

Tentang Penulis

zulfikri yasin

< div kejur2an, Aneuk Nanggroe</div>

00:00:00 / 00:00:00