KBRN, Surakarta : Tidak banyak sosok pemuda yang peduli dengan kebersihan lingkungan, apalagi mau dan membersihkan sungai. Sri Mahanani Budi Utomo (Budi Sibat) Warga Kampung Sewu Solo ini, menjadi inspirator untuk para pemuda. 

Budi Sibat mempunyai kepedulian dalam kebersihan lingkungan, khusunya sungai-sungai di Kota Bengawan. Sejak akhir 2015 lalu sampai sekarang, budi menjadi relawan Palang Merah Indonesia PMI Surakarta, dalam organisasi Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) di Kelurahan Sewu Kecamatan Jebres.

Nalurinya sejak kecil memiliki cita-cita sebagai sukarelawan bencana alam. Karena telah kenyang dengan bencana banjir Sungai Bengawan Solo. 

Budi Kecil lahir  di Surakarta 31 Juli 1975, Budi tinggal di RT 1/II Kampung Sewu, sekitar 100 meter dari bibir bengawan Solo. Ayah dua putra itupun menganggap sukarelawan adalah sebagai perjuangan generasi muda jaman now. 

Semua itu ia lakukan karena pengalaman pahit rumah terendam, harta benda hanyut bahkan sanak saudara hilang. Dia tidak ingin kejadian itu menimpa keluarganya saat ini.

Budi Sibat orang memanggilnya. Kini menjadi salah satu teladan bagi rekan rekan seprofesinya.

Budi yang kini aktif menjadi pekarya sungai di bawah Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bag pejuang lingkungan. Setiap sore bersama belasan temannya membersihkannya aliran anak sungai Bengawan Solo dari sampah. (Mulato Isha'an, PRO 3 RRI Surakarta) " />
  • Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Video Podcast

Anak Sungai dan Pejuang Lingkungan

13 August
22:21 2019

KBRN, Surakarta : Tidak banyak sosok pemuda yang peduli dengan kebersihan lingkungan, apalagi mau dan membersihkan sungai. Sri Mahanani Budi Utomo (Budi Sibat) Warga Kampung Sewu Solo ini, menjadi inspirator untuk para pemuda. 

Budi Sibat mempunyai kepedulian dalam kebersihan lingkungan, khusunya sungai-sungai di Kota Bengawan. Sejak akhir 2015 lalu sampai sekarang, budi menjadi relawan Palang Merah Indonesia PMI Surakarta, dalam organisasi Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) di Kelurahan Sewu Kecamatan Jebres.

Nalurinya sejak kecil memiliki cita-cita sebagai sukarelawan bencana alam. Karena telah kenyang dengan bencana banjir Sungai Bengawan Solo. 

Budi Kecil lahir  di Surakarta 31 Juli 1975, Budi tinggal di RT 1/II Kampung Sewu, sekitar 100 meter dari bibir bengawan Solo. Ayah dua putra itupun menganggap sukarelawan adalah sebagai perjuangan generasi muda jaman now. 

Semua itu ia lakukan karena pengalaman pahit rumah terendam, harta benda hanyut bahkan sanak saudara hilang. Dia tidak ingin kejadian itu menimpa keluarganya saat ini.

Budi Sibat orang memanggilnya. Kini menjadi salah satu teladan bagi rekan rekan seprofesinya.

Budi yang kini aktif menjadi pekarya sungai di bawah Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bag pejuang lingkungan. Setiap sore bersama belasan temannya membersihkannya aliran anak sungai Bengawan Solo dari sampah. (Mulato Isha'an, PRO 3 RRI Surakarta) 

Tentang Penulis

Mulato Isha'an

Mulato Isha'an RRI Surakarta<br />

00:00:00 / 00:00:00