• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Pemerintah harus bertindak tegas, terhadap pengelola Rumah Sakit yang tidak mematuhi UU 44 tahun 2009

12 September
13:33 2017
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Kementerian kesehatan,  harus menindak tegas,  pengelola Rumah Sakit yang tidak mematuhi Undang Undang Nomor 44 tahun 2009. 
Kisah Bayi Debora Simanjorang, yang meninggal dunia karena terlambat mendapatkan penanganan medis, di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres,  menjadi bukti masih adanya pelayanan buruk rumah sakit di Indonesia.

Seharusnya, kejadian itu tidak perlu terjadi,  jika pihak rumah sakit memahami kewajibannya.

Pihak rumah sakit Mitra Keluarga Kalideres diduga, tidak membiarkan Debora mendapat fasilitas Pediatric Intensive Care Unit, karena orang tuanya tidak mampu membayar secara penuh sebesar 19 juta rupiah. Karena Orang tua debora hanya memiliki dana 5 juta rupiah.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan,  pihak rumah sakit semestinya dapat mengesampingkan masalah biaya pengobatan jika pasien dalam keadaan darurat.

Pasal 29 ayat 1 f,  Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, dengan tegas menyebutkan, setiap Rumah Sakit berkewajiban melaksanakan fungsi sosial, antara lain memberikan fasilitas pe­layanan bagi pasien tidak mampu dan pelayanan gawat darurat tanpa uang muka.

Artinya,  setiap individu, keluarga, dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatanya, dan negara bertanggungjawab mengatur agar terpenuhi hak hidup sehat bagi penduduknya termasuk masyarakat miskin dan tidak mampu.

Kita berharap, Kementerian Kesehatan,  tidak lagi hanya melakukan tindakan yang normatif dalam menindaklanjuti kasus tersebut.

Yang dibutuhkan dunia pelayanan kesehatan adalah sikap tegas Kemenkes RI dalam menegakan UU RS dalam hal pengawasan dan pembinaan terhadap RS agar tidak lagi terjadi kasus kasus yang menyebabkan kematian terhadap pasien.

Tentang Penulis

Rahman Rifai

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00