• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Mempersiapkan Indonesia Emas dengan Pendidikan Berkarakter

8 September
08:30 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pemerintah menerbitkan Perpres baru nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidkan Karakter sebagai payung hukum dalam implementasi penyiapkan generasi Indonesia Emas di tahun 2045, seiring dengan degradasi moral yang terjadi dalam  kurun waktu beberapa tahun ini, terutama menyangkut tentang perilaku pejabat.

Terlepas dari praduga tak bersalah. Kasus kasus tangkap tangan pejabat oleh KPK masih terus mempertontonkan karakter, moral, etika pejabat atas perilaku korupsi, demikian halnya dengan tawuran pelajar dan lainnya.


Namun sesungguhnya masalah pendidikan karakter budi pekerti, moral pancasila, etika, nasionalisme, gotong royong, dan seterusnya, sudah lebih dari satu dasa warsa dipertanyakan masyarakat peduli pendidikan, tentang perlunya dunia pendidikan kembali membekali siswa atau pelajar dengan mata pelajaran budi pekerti. Bahkan  Staf

Pengajar Universitas Paramadina, Jakarta, Suratno menyampaikan dalam tribunnews.com, 2014 bahwa istilah “pendidikan karakter” itu sendiri, muncul pada akhir abad 18, dicetuskan oleh pedagog Jerman, FW Foerster di tahun 1869.


Di tahun 2011, Kementerian Pendidikan telah merilis 18 nilai-nilai yang harus disisipkan dalam proses pendidikan di Indonesia, antara lain religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.


Artinya  pembekalan murid tentang  pendidikan karakter sudah lama menjadi keprihatinan masyarakat. Anak
-anak harus sejak dini diajarkan tentang nilai nilai kebersamaan, tolerasi, yang akan membentuk karakter diri dan karekter bangsa.


Dengan terbitnya Perpres tentang Penguatan Pendidikan Karakter, selanjutnya menjadi tugas Kementerian Pendidikan dan jajarannya untuk segera melengkapi dan mengimplementasikan  materi-materi pendidikan yang memang sudah seharusnya ditanamkan kepada murid sejak memasuki pendidikan formal.

Kita hanya dapat berharap, munculnya peraturan peraturan baru, tidak dimanfaatkan untuk menambah beban berat alokasi keuangan Negara, dengan dalih bantuan operasional.
Memang dalam implementasi pendidkan karakter dibutuhkan langkah dan strategi yang tepat untuk menuju bangsa yang berkarakter, karena pendidikan karakter itu sangat penting untuk mendukung pembangunan bangsa.

Menjadikan manusia Indonesia berpendidikan karakter perlu adanya kejelasan, kemampuan, kemauan seluruh elemen masyarakat, bangsa dan Negara ini bersatu padu menatap hari depan dan masa depan yang semakin penuh dengan tantangan. Bersama pasti bisa. (Agung Susatyo)
 


Tentang Penulis

Agung Susatyo

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00