• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Apa Khabar Industri Otomotif di Tanah Air

12 August
09:35 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Di Tangerang saat ini sedang berlangsung pameran otomotif Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS). Seperti penyelenggaraan sebelumnya, Event tahunan ini hampir selalu dipenuhi pengunjung. Bukan hanya dari Jabodetabek saja tetapi juga berasal dari berbagai daerah di tanah air yang khusus datang untuk menyaksikan perkembangan Industri otomotif. Mereka sangat antusias datang, meskipun harus membeli tiket masuk. Kebanyakan mereka, ingin melihat secara langsung kemajuan teknologi dan model model mobil keluaran terbaru, karena ada sekitar 30 merek kendaraan yang dipamerkan.    

Memang, Indonesia termasuk salah satu pasar otomotif terbesar di dunia, yang seharusnya menjadi pemacu perkembangan Industri otomotif di Indonesia. Yang menjadi pertanyaan, mengapa status sebagai salah satu pasar otomotif terbesar di dunia ini belum mampu mengangkat Industri otomotif Indonesia sejajajar dengan negara negara di dunia. Bahkan dengan negara tetangga Malaysia dan Thailandpun, Indonesia ketinggalan. Apa khabar Mobil Nasional Indonesia yang sudah lama diidam-idamkan ? Apa khabar Industri otomotif Indonesia ?

Barangkali masih butuh waktu lama untuk dapat mewujudkan Mobnas yang benar benar merupakan produksi Nasional. Banyak pertimbangan, banyak kalkulasi dan banyak hal yang harus disiapkan agar Mobnas dapat terwujud menjadi kembanggaan bangsa ini. Mungkin belum hilang dari ingatan kita, ada timor, maleo, Perkasa, Macan, Kancil dan sejumlah prototip lain yang digadang-gadang menjadi embrio mobil nasional. Terakhir ESEMKA yang pernah mengorbit bersama Pak Jokowi ketika menjadi walikota Solo.

Namun sebenarnya perkembangan Industri Otomotif Nasional tidak hanya berpatokan pada Mobnas.

Perkembangan industri otomotif juga diukur seberapa besar komponen lokal atau Tingkat Kandungan Dalam Negeri – TKDN. Meski secara keseluruhan produk otomotif yang dihasilkan masih membawa label merek luar negeri. Pemerintah memang sudah mengeluarkan regulasi bagi Industri otomotif luar negeri yang akan berproduksi di Indonesia. Semua diatur hingga prosentase komponen lokalnya yang harus dipenuhi. Kebijakan Inilah yang perlu terus ditingkatkan, agar industry komponen pendukung di dalam negeri menjadi lebih bergairah dan hidup. Jangan sampai kita hanya menjadi pasar dan penonton saja. Jangan sampai kita hanya sebagai konsumen saja.

Kita tentu masih mendambakan keberadaan Mobil Nasional-Mobnas. Namun ketika Mobnas belum ada tanda tanda diwujudkan, yang lebih penting sekarang adalah bagaimana menjadikan industry otomotif di tanah air semakin tumbuh berkembang. Mobil adalah barang yang masih sangat dibutuhkan masyarakat. Artinya pertumbuhan kebutuhan mobil masih akan terus meningkat, dan pertumbuhan industry otomotif juga akan terus meningkat.

Yang penting komponennya harus semakin banyak yang dibuat di dalam negeri. Buat apa mobil nasional kalau komponennya impor? Ketika semakin banyak Mobil dan kendaraan di jalan yang menggunakan komponen buatan dalam negeri, di situlah tanda bahwa Industri otomotif di tanah air tumbuh berkembang sebagai penggerak dan penopang Ekonomi Nasional. Tumbuh berkembang sebagai lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja Indonesia.

Tentang Penulis

Danang Prabowo

Redaktur senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00