• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Pembangunan Infrastruktur sebagai sebuah Keharusan

10 August
13:59 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Peran infrastruktur dalam pembangunan telah disebutkan oleh beberapa ekonom ternama, sebagai kunci untuk produktivitas dan pertumbuhan. Pembangunan infrastruktur dikatakan dapat menyerap tenaga kerja, menciptakan simpul-simpul ekonomi baru, mengurangi ongkos dan transaksi, serta menciptakan efisiensi. 

Namun demikian  Data dari World Bank dan WEF, menunjukkan Indonesia mengalami ketertinggalan infrastruktur dibandingkan negara-negara lain di kawasan tenggara. Hal ini tentu dapat berdampak pada kebijakan industri nasional, perdagangan, sistem logistik nasional, pariwisata dan berujung pada stagnansi pertumbuhan ekonomi nasional. Daya saing nasional Indonesia juga masih dibawah Singapura, Malaysia maupun Thailand. 

Secara keseluruhan ketertinggalan infrastruktur Indonesia terlihat dari terbatasnya sarana jalan dan jembatan, jumlah pelabuhan yang kurang, jalur kereta api yang sedikit dan beragam kondisi infra struktur lainnya yang rendah.  Saat Singapura dan China sudah bisa membangun angkutan massal dengan jaringan sampai ratusan kilometer, pembangunan infrastruktur di Indonesia dinilai masih stagnan. Kalaupun ada perubahan, tidak berpengaruh banyak karena kewalahan dengan pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak terbendung. 

Presiden Joko Widodo juga mengungkapkan bahwa infrastruktur yang ada di Indonesia saat ini, sudah tertinggal jika dibanding dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Karnanya, Indonesia harus mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Ditegaskannya  Untuk memenangkan persaingan global saat ini, hanya akan diraih oleh negara yang telah siap, termasuk ketersediaan infrastruktur pendukungnya. 

Namun demikian, membangun infrastruktur bukanlah hal mudah. Banyak kendala dilapangan yang menghambat percepatan pembangunan infra struktur tersebut. Tidak saja persoalan dana atau ketersediaan anggaran, namun persoalan teknis lainnya juga menjadi penyebab terkendalanya  upaya pemerintah untuk membangun sarana infrastruktur, seperti pembebasan lahan yang kerap kali menjadi penghalang dalam membangun jalan, jembatan yang nota bene juga diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat. Meski dihadapkan pada sejumlah kendala, Presiden Jokowi bertekad akan terus mewujudkan harapan masyarakat untuk membangun infrastruktur sekalipun harus melalui jalur hutang luar negri. 

Selanjutnya hal konkrit yang dilakukan Pemerintah Jokowi adalah menerbitkan berbagai kebijakan untuk mempermudah pembangunan infrastruktur, sekaligus mengawal langsung pelaksanaan proyek proyek dilapangan. Sejumlah pekerjaan infrastruktur yang saat ini sedang digesakan di berbagai lokasi adalah pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt, pembangunan seribu meter jalan tol, 3 ribu 2 ratus 58 kilometer jalur kereta api, 15 bandara, 20 pelabuhan laut dan berbagai proyek infrastruktur lainnya. 

Selain itu Jokowi juga sudah memerintahkan Menteri PUPR dan Menteri Perhubungan yang tupoksinya terkait langsung dengan infrastruktur untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari Negara lainnya dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur tersebut. Tekad pemerintah untuk meningkatkan sarana dan prasarana infrastruktur itu haruslah didukung semua pihak, terutama sekali kementrian terkait dan stakeholder lainnya termasuk juga masyarakat. Tanpa adanya dukungan dan komitmen yang kuat dari semua pihak, untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur yang memadai di negeri ini, selama itu pula Negara kita akan tetap tertinggal dibandingkan dengan Negara tetangga, Malaysia, Singapura dan negara lainnya.

Tentang Penulis

Defri Edasa

defriedasa@ymail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00