• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Indonesia Menjadi Sasaran Pasar Narkoba Internasional

14 July
07:13 2017
0 Votes (0)

 KBRN, Jakarta : Indonesia Darurat Narkoba kiranya tidak menyentak masyarakat untuk melawan pemakaian narkoba secara liar. Kasus kasus narkoba dari hari ke hari terus menyeret masyarakat dari berbagai kalangan, baik public figure seperti artis, aparat, sampai pada yang dikhawatirkan mulai menyeret anak anak melalui bentuk jajanan.  

Bukan hanya pengungkapan para pemakai yang terus terkuak, tetapi juga temuan temuan pengiriman narkoba jenis ganja dari sejumlah daerah di dalam negeri dan juga pengiriman narkoba jenis sabu  maupun jenis lainnya dari luar negeri diantaranya dari Malaysia, Thailand, Taiwan dan  Tiongkok  yang tercatat sebagai pemasok narkoba terbesar ke Indonesia diantara 11 negara yang terindikasi.
 

Oleh karena itu, langkah BNN menggandeng TNI - POLRI Bea Cukai dan BIN dalam mengantisipasi peredaran , melalui pengungkapan dan penindakan terhadap pengguna, pengedar serta pemasok narkoba yang makin marak di Indonesia, mau tidak mau memang harus dilakukan. 
 

Sesungguhnya kerjasama ini telah dilakukan sejak 2016, namun intensitasnya ditingkatkan sehubungan dengan pengalihan pangsa pasar narkoba di Pilipina ke Indonesia , dengan indikasi upaya pengiriman satu kontener sabu dari Pilipina ke Indonesia yang dapat dicegah oleh otoritas keamanan Thailand. Badan Narkotika Nasional  mencatat  11 negara terus berusaha memasok nakoba ke Indonesia,   menggunakan 72 jaringan internasional yang saat ini beroperasi.

Batam yang selama ini sebagai pintu masuk narkoba terbesar di Indonesia , telah berkembang masuk melalui daerah daerah lain yang diperkirakan lepas dari penjagaan wilayah pantai atau diperkirakan masih mudahnya dilakukan kerjasama dengan oknum aparat, seperti halnya upaya memasukkan 1 ton sabu melalui  pantai Anyer Banten.
  Petinggi BNN Budi Waseso menyebut maraknya narkoba di Indonesia  tidak terlepas adanya oknum-oknum dari berbagai lembaga yang terlibat dan sudah menjadi incaran melancarkan bisnis narkoba dari jaringan  yang beroperasi di Indonesia.   

Sekali lagi, langkah BNN menggandeng TNI - POLRI Bea Cukai dan BIN dalam mengantisipasi peredaran , pengungkapan dan penindakan terhadap pengguna, pengedar serta pemasok narkoba yang makin marak di Indonesia, perlu mendapatkan dukungan seluruh elemen masyarakat Indonesia dengan peran serta sekecil apapun melalui penyampaian informasi indikasi masuknya narkoba  ke negeri ini.
 

Potensi yang dimiliki TNI, POLRI, Bea Cukai , Bin dari hulu ke hilir dan sebaliknya perlu bersinergi dalam pencegahan melalui penyuluhan kepada keluarga dan masyarakat, sampai pada penindakan.   Indonesia darurat narkoba, membutuhkan kepedulian masyarakat untuk menangkal dan mencegah rusaknya generasi bangsa ini. Penindakan tegas hingga hukuman mati belum membuat jera para pelaku bisnis narkoba untuk terus menjalankan aksinya, meskipun sudah mendekam di penjara. Kewaspadaan bersama perlu disinergikan agar Indonesia tidak terpuruk dimata dunia karena menjadi pusat peredaran narkoba.  



*Sumber Foto : Google (BCS)*

Tentang Penulis

Agung Susatyo

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00