• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Tujuh Tahun menanti, Tantowi/Liliana Natsir catat kemenangan dan meraih Juara Indonesia Open 2017

19 June
09:03 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Wajah Bangsa Indonesia tadi Malam cukup berseri, usai pasangan ganda Campuran, Tantowi Ahmad dan Liliana Natsir memenangi pertandingan melawan pasangan Ganda Campuran China. Setelah tujuh tahun menanti, akhirnya Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil merebut gelar juara paling bergengsi di kandang sendiri, BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017.

Tontowi/Liliyana mempersembahkan satu-satunya gelar juara bagi Indonesia setelah di nfinal nomor ganda campuran mengalahkan pasangan peringkat sartu dunia, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan dua gim langsung, 22-20, 21-15. Pada kejuaraan Indonesia terbuka tadi malam, pasangan Tontowi Ahmad dan Lilana Natsir memang menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang menjadi juara dan satu-satunya pula yang masuk final. Selain mereka, pada kejuaraan final tadi malam, China mendapat dua juara yakni Ganda Putra dan Ganda Putri, kemudian India juara Tunggal Putra, dan Jepang menjuarai Tunggal Putri.

Kejuaraan Bulu tangkis Indonesia Open Super Series ini sejatinya memang bukan Kejuaraan antar negara, sebab para pemain yang bertanding mewakili pribadi masing-masing. Namun demikian, nama masing-masing negara tetap melekat pada nama mereka secara individual. Artinya, kemenangan Liliana dan Tontowi juga adalah kemenangan bangsa Indonesia. Tim Bulu Tangkis Indonesia, pada beberapa waktu belakangan ini memang kondisinya agak mengkhawatirkan. Pada kejuaraan All England lalu, bersyukur masih dapat satu juara Ganda Putra, yakni Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya.

Namun pada ajang beregu atas nama Bangsa Indonesia secara langsung, beberapa tahun belakangan, tim Indonesia masuk paceklik juara. Pada Piala Thomas 2016 di China lalu, Indonesia gagal juara kendati sudah masuk final. Sedangkan Tim Putri Uber Cup, tidak berhasil menembus babak final. Puncaknya adalah saat kejuaraan Piala Sudirman tahun 2017 di Australia. Tim Indonesia tidak mampu melewati Babak Kedua gagal, walau hanya untuk babak perempat final. Tragisnya, pada piala Sudirman, Indonesia sempat kalah dari India yang salah satu unsur pelatihnya berasal dari Indonesia.

Alasan para pengurus dan pelatih tim Indonesia biasanya senada, yakni kekuatan Tim Lawan berkembang pesat. India berkembang, Thailand berkembang dan Taiwan pun berkembang, Jepang juga makin maju bersama Denmark. Sah-sah saja argumentasi tersebut, sebab memang faktanya demikian. Akan tetapi sejujurnya, publik masih menginginkan yang berbeda. Nama-nama besar pada eranya, seperti Rudi Hartono, Lim Swie King, dan Icuk Sugiarto, masih menjadi nama fenomenal di ajang Bulutangkis. Artinya, ada harapan besar bahwa Indonesia mampu menghadirkan nama individu dan nama bangsa yang bersifat long life. Mereka merajai kejuaraan untuk jangka lama.

Bolehlah disebut kekuatan pemain negara lain sekarang merata, namun demikian harusnya kekuatan Indonesia pun perlu meningkat lebih pesat lagi. Hal ini penting sebab, pada ajang tingkat dunia, hanya sedikit cabang olah raga yang mampu membuat panitia mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Bulutangkis adalah salah satunya.
Bangsa Indonesia sangat berkepentingan terhadap bulutangkis.

Karena itu, kemenangan Tontowi Ahmad dan Liliana Natsir dapat dijadikan momentum meningkatkan performa Indonesia pada kancah Internasional, Kemenangan ini menjadi begitu berharga, sebab di depan publiknya sendiri, hanya pasangan Liliana dan Tontowi inilah yang masuk final dan bersyukur menjadi juara. Sedangkan yang lain sudah tumbang di tengah jalan. Sekali lagi selamat, dan semoga ini menjadi bingkisan indah jelang Lebaran tahun ini.

(Sumber Foto: Kompas.com/WD/DSy)

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00