• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Menuju Indonesia Bebas Pekerja Anak 2022

13 June
07:22 2017
0 Votes (0)

 KBRN, Jakarta : Ungkapan yang sudah lazim kita dengar, banyak anak, banyak rejeki, mungkin ada betulnya, bila posisi anak semata-mata dilihat sebagai faktor produksi tenaga kerja atau sumber pendapatan keluarga  

Namun perlu kita sadari, bahwa seorang anak punya hak-hak yang harus dipenuhi oleh orang tuanya. Setiap orang tua bertanggung jawab membesarkan anaknya, agar menjadi generasi produktif dan siap memasuki pasar kerja.
 

Sayangnya, hingga kini, eksploitasi anak sebagai pekerja untuk membantu menambah pendapatan keluarga masih saja terus berlanjut.Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional memperlihatkan, tingkat partisipasi anak di pasar kerja masih cukup tinggi. Anak berumur 15 sampai 17 tahun yang bekerja pada tahun 2013 sebanyak 958 ribu 68 orang atau 36 koma 81 persen.
   

Bila dibandingkan dengan Survei Angkatan Kerja Nasional bulan Agustus 2014 jumlah tersebut turun menjadi 448 koma 45 ribu orang atau sekitar 21 kma 41 persen
.
 

Namun ada peningkatan pada Agustus 2015. Pada Agustus 2015 anak umur 15-17 tahun yang bekerja meningkat dalam jumlah yang cukup besar, menjadi 1 koma 65 juta orang atau sekitar 74 koma 86 persen dari total angkatan kerja berusia  15 sampai 17 tahun.

Pemerintah menyadari tidak semua anak Indonesia memiliki kesempatan memperoleh hak-haknya secara penuh dan menikmati kebutuhan khasnya sebagai anak, Terutama anak-anak dari keluarga miskin. Sungguhpun demikian, anak tidak boleh menjadi pekerja.Anak-anak harus difasilitasi belajar, bermain, bergembira, berada dalam suasana damai dan tumbuh dengan cita-citanya.

Sejak 2008 hingga 2016, Kemnaker, telah berhasil menarik pekerja anak untuk dikembalikan ke dunia pendidikan sebanyak 80 ribu 555 orang pekerja anak
.
   

Pada Tahun 2016 telah ditarik 16 ribu 500 pekerja anak untuk dikembalikan ke dunia pendidikan melalui kegiatan program Pengurangan Pekerja Anak dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan
. Tahun ini, Pemerintah menargetkan penarikan 17 ribu pekerja anak dari seluruh Indonesia.Upaya ini bagian dari roadmap menuju Indonesia bebas pekerja anak pada 2022.
 

Masalah pekerja anak bukanlah masalah kompleks, yang penanganannya harus melibatkan banyak pihak, seperti pengusaha, serikat pekerja, LSM dan sebagainya
. Karenanya pemerintah dan dunia usaha harus ikut terlibat aktif dalam mengeluarkan anak dari dunia kerja, serta memberikan kesempatan untuk kembali ke dunia anak-anak dan menikmati kebutuhan khasnya, yaitu bermain, bersekolah dan istirahat secara cukup.
 

Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Harus bersama-sama dengan pemangku kepentingan berusaha mengeluarkan anak dari dunia kerja Memberikan hak-hak anak agar tumbuh kembang secara optimal, tentu harapan kita semua, agar anak anak indonesia tumbuh kembang,sesuai dengan hak-haknya sebagai anak Indonesia
 


*Sumber Foto :  Google (BCS)*

Tentang Penulis

Rahman Rifai

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00