• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Melawan Kampanye Hitam Kelapa Sawit

18 May
07:01 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Presiden Joko Widodo terus meminta dukungan ke berbagai negara untuk mengatasi kampanye negatif terhadap Kelapa sawit Indonesia. Setelah kepada negara negara ASEAN yang disampaikan dalam KTT ASEAN akhir bulan lalu di Manila Philipina, Presiden secara khusus juga meminta dukungan Lithuania, salah satu negara di Eropa. Permintaan presiden secara langsung disampaikan kepada Presiden Lithuania Dalia Grybauskaite yang melakukan kunjungan bersejarah di Istana Negara Rabu (18/5/2017)      

Memang kampanye hitam terhadap kelapa sawit Indonesia sudah cukup lama dan masif dilakukan sejumlah lembaga Eropa. Pengelolaan yang tidak berkelanjutan menjadi isu utama yang dikembangkan. Bukan hanya itu,   belum lama ini Parlemen Uni Eropa bahkan meloloskan resolusi yang terangkum dalam Report on Palm Oil and Deforestation of Rainforests. Resolusi tersebut merekomendasikan penyetopan impor kelapa sawit secara bertahap Karena dituduh memicu deforestasi dan ekses negative lainnya di sektor lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan, memunculkan permasalahan sosial, dan hak azasi manusia. Belum lagi negara negara Eropa juga sering menerapkan standarisasi sepihak yang tidak sesuai dengan kondisi alam Indonesia.
     

Tentu ini merupakan ancaman nyata terhadap kelapa sawit Indonesia mengingat produk sawit mentah berupa Crude Palm Oil atau CPO selama ini menjadi komoditas unggulan kita. Eropa sendiri merupakan market share yang cukup besar bagi produk kelapa sawit Indonesia, yakni mencapai 20 persen lebih dari total keseluruhan ekspor produk sawit mentah Indonesia. Data pada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit mencatat, nilai ekspor sawit Indonesia sepanjang tahun 2016 mencapai Rp 240 triliun atau meningkat 8 persen dibandingkan tahun 2015, yang hanya sebesar Rp 220 triliun.    

Bila dikaji lebih dalam, sebenarnya kampanye negatif terhadap kelapa sawit Indonesia ini lebih didasari pada “ketakutan” negara negara Eropa akan produk minyak kedelai dan bunga matahari yang selama ini menjadi komoditas unggulan mereka. Ketakutan karena  Sawit dapat mengancam produk unggulan mereka, yang secara tidak langsung juga akan mempengaruhi industry dan perekonomian negara negara Eropa. Sentiment negatif sengaja dimunculkan untuk melindungi industri minyak nabati mereka dari ancaman minyak sawit.      

Meminta dukungan dari berbagai negara Eropa dan menguatkan dukungan diantara negara Asean memang menjadi salah satu upaya untuk menangkal kampanye hitam kelapa sawit Indonesia. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana memperkuat Indurtri Kelapa Sawit di tanah air sesuai dengan prinsip prinsip berkelanjutan dan ramah lingkungan. Menggiatkan kampanye tentang kelapa sawit yang sudah menerapkan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).      

Tidak ada kampanye yang paling efektif selain memberikan bukti keberhasilan Industri Kelapa sawit Indonesia sudah memperbaiki dirinya. Kita tidak harus selalu bersikap defensif, tetapi di sisi lain kita dapat merespon secara konstruktif fakta fakta kampanye negatif yang disampaikan sebagai bahan evaluasi dan introspeksi. Untuk mencegah Kebakaran hutan dan lahan misalnya, pemerintah perlu menggencarkan langkah langkah pencegahan yang kongkrit sehingga dapat meyakinkan pandangan negara negara di Eropa. Kita juga harus mendorong Pemerintah terus mengupayakan “Indonesia Sustainable Palm Oil-ISPO mendapat pengakuan global.  





*Sumber Foto : Google*

Tentang Penulis

Danang Prabowo

Redaktur senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00