• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Kejahatan Internasional Menyerang Data Komputer Harus Segera Dihentikan

16 May
07:02 2017
0 Votes (0)

 KBRN, Jakarta : Teror Ransomware WannaCry kini telah menyebar disekitar 150 negara di dunia, termasuk Indonesia. Setidaknya, 200 ribu pengguna komputer sudah menjadi korban,  dan angka ini dilaporkan terus meningkat hingga kemarin.  

Mengutip laporan CNBC,  ahli keamanan menilai bahwa penyebaran ransomware WannaCry yang berupaya mengunci komputer di berbagai organisasi, seperti pabrik mobil, rumah sakit, pertokoan, dan sekolah di banyak negara memang tidak banyak yang merespon membayar tebusan .
 

Informasi yang berkembang menyebutkan agensi kepolisian Uni Eropa- Europol dan berbagai agensi lainnya belum mengetahui secara pasti siapa yang berada di balik serangan siber yang memiliki jangkauan global serangan secara masif yang  belum pernah terjadi sebelumnya . Meskipun ada dugaan sementara Grup hacker yang menyebarkannya adalah Shadow Broker.
 

Jika kita simak penyebar virus meminta atau menawarkan pengembalian data yang diserang ditiap komputer dengan imbalan diawal penyebaran senilai 300 dollar Amerika Serikat atau senilai 4 juta rupiah yang harus dibayar dalam waktu tiga hari, jelas serangan virus ransomeware Wanna Cry merupakan tindakan kriminal internasional . Sependapat dengan Kepala Badan Intelejen Negara Budi Gunawan , virus Ransomware WannaCry dapat dikatakan sebagai ancaman baru dunia yang dapat melemahkan Negara karena merusak data apapun yang ada dalam komputer yang terkena virus itu.  

Serangan ini menjadi peringatan bagi semua pihak terutama instansi publik strategis untuk  meningkatkan kemampuan sistem pengamanan informasi .
  Negara dan seluruh instansi yang terkait dengan pengamanan informasi harus mulai mengubah paradigma sistem pengamanan informasi, dari pengamanan informasi konvensional seperti , menjadi sistem pengamanan terintegrasi yang memiliki kemampuan deteksi serangan secara dini  atau intelligence system ke seluruh komponen sistem informasi yang digunakan.  

Apalagi pengguna internet di Indonesia yang tercatat menduduki urutan terbesar ke 8 dunia , pengamanan data data baik data pribadi maupun data instansi, pemerintah maupun swasta dari serangan apapun baik virus atau cyber, mau tidak mau harus segera diatasi oleh lembaga khusus yang dibentuk pemerintah.  

Pembentukan lembaga yang menangani pengamanan data dan informasi untuk menghadapi serangan virus, cyber dan kemungkinan bentuk bentuk serangan baru lainnya yang jelas merusak data data , penting segera dilakukan , agar antar instansi pemerintahan dapat melakukan koordinasi dan konsolidasi  untuk mempercepat proses mitigasi dan tindakan preventif jika terjadi serangan secara masif.
 

Teror penyebaran  virus ransomeware Wanna Cry secara internasional, harus segera dihentikan. Oleh karena itu diperlukan kerjasama internasional penghentian terhadap virus perusak data itu. Para ahli anti virus segera melakukan langkah langkah perlawanan bukan hanya sebatas menghentikan tetapi juga menangkap pelaku teror penyebar virus ransomeware Wanna Cry.





*Sumber Foto : Google*

Tentang Penulis

Agung Susatyo

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00