• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Kenaikan Tarif Dasar Listrik Sumbang Inflasi

15 May
07:50 2017
0 Votes (0)

 KBRN, Jakarta : Data pada Badan Pusat Statistik menyebutkan  inflasi pada Januari 2017 mencapai 0,97 persen dan faktor utama pendorongnya adalah penyesuaian tarif listrik pelanggan 900 VA pra bayar. Inflasi di Februari  ,  0,23 persen terimbas kenaikan tarif listrik 900 VA pasca bayar. Demikian pula pada bulan April , adanya pencabutan subsidi tarif listrik 900 VA yang mempunyai jumlah  pelanggan pasca bayar 17,18 persen , sektor listrik menyumbang dampak inflasi  pada April lebih besar karena pelanggan lebih besar dan rata-rata pemakaian listrik lebih besar.  

Pengurangan subsidi pelanggan rumah tangga 900 VA tersebut sudah diatur oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri ESDM (Energi Dan Sumber Daya Mineral) Nomor 28 Tahun 2016 yang dilakukan dalam tiga tahap yakni 1 Januari 2017, 1 Maret 2017, dan 1 Mei 2017.  

Peraturan  itu menyebutkan , tarif listrik Rumah Tangga Mampu (RTM) 900 VA per 1 Januari 2017 sebesar Rp 791/kWh menjadi Rp 1.034/kWh pada 1 Maret 2017, dan pada 1 Mei 2017 berubah lagi dari Rp 1.034/kWh menjadi Rp 1.352/kWh, Meskipun istilah yang dipakai adalah pengurangan subsidi pemerintah ,  pengeluaran masyarakat untuk membayar listrik tetap saja bertambah jika subsidi pada April 2017  sekitar Rp 442 per KWh  , berkurang menjadi Rp 115 per kWh per 1 Mei 2017 .
 

Kondisi ini akan semakin membebani masyarakat  lagi jika kemudian mulai 1 Juli 2017, tarif listrik 900 VA Rumah Tangga Mampu  akan sama dengan 1.300 VA, ikut dalam mekanisme tarif adjustment dimana naik turunnya harga mengikuti fluktuasi harga minyak atau Indonesian Crude Price
  Memang pemerintah mengkhawatirkan potensi kenaikan inflasi yang terpicu kenaikan tarif listrik golongan 900 VA yang berlangsung setiap 2 bulan itu, namun yang diharapkan masyarakat tentunya bukan hanya mengkhawatirkan saja, tetapi perlu melakukan kajian serius dan mengambil langkah agar kementrian ESDM melakukan penundaan apa yang disebut pengurangan subsidi secara berturut turut , penyesuaian tarif atau apapun istilah yang dipakai.  

Kiranya bukan hal yang sederhana dalam  melakukan pendataan Rumah Tangga Mampu dan tidak mampu, apalagi jika yang diutamakan pemerintah dalam hal ini Kementrian ESDM adalah pengungarangan subsidi dilakukan terlebih dahulu . Langkah pengembalian pemberian subsidi  baru dijanjikan akan diberikan jika masyarakat rumah tangga tidak mampu atau kurang mampu pelanggan  listrik 900 VA mengajukan keberatan .
 

Pertanyaan yang timbul selanjutnya adalah secepat apa pengajuan keberatan masyarakat di seluruh pelosok negeri ini ditanggapi oleh pengelola listrik negara.   Kiranya kebijakan kebijakan yang diterapkan kepada masyarakat dengan spesifikasi , benar benar dilakukan pendataan dan kajian yang komprehensif agar masyarakat juga benar benar merasakan diperhatikan oleh Negara dan pemerintahnya secara adil.  




*Sumber Foto : Google*

Tentang Penulis

Agung Susatyo

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00