• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Mengejar Investasi di Negeri Tiongkok

13 May
09:32 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Presiden Joko Widodo, mulai besok akan berada di Beijing Tiongkok untuk mengikuti pertemuan “Belt and Road Forum for International Cooperation”.

Pertemuan internasional yang berlangsung selama dua hari ini di prakarsai oleh Tiongkok sejak tahun 2013 lalu, diikuti oleh sejumlah negara di Eropa, Asia dan Afrika.

Pertemuan berorientasi pada peningkatan kerjasama perdagangan, juga investasiuntukpembangunaninfrastruktur. Agenda utama forum adalah membahas masterplan Inisiatif  "Satu Sabukdan Satu Jalur" atau "One Belt, One Road" untuk menghasilkan sebuah cetak biru kerangka kerjasama infrastruktur yang saling menguntungkan bagi semua pihak.

Indonesia sangat berkepentingan, mengingat kebijakan pemerintah untuk percepatan pembangunan infrastruktur di tanah air kendala utamanya adalah ketersediaan anggaran.

Berdasar catatan Menteri Perhungan, dariperkiraan Rp1000 trilyun kebutuhan angaran untuk membangun infrastruktur di tanah air, paling banter pemerintah Indonesia hanya mampu menyiapkan Rp400 trilyun.

Tidakdipungkiri, percepatan pembangunan infrastruktur akan berdampak pada terbukanya lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa yang ujungnya adalah kemakmuran warganya.

Investasi asing menjadi jawabannya. Sehingga kehadiran Presiden Joko Widodo dalam forum pertemuan infrastruktur terbesar di dunia di Beijing besok menjadi langkah strategis untukmengundang investor, khususnya Tiongkok yang kabarnya menyediakan investasi ribuan trilyun untuk mendorong pembangunan di berbagai negara yang menghadiri forum tersebut. Tentu ini peluang yang harus dikejar bila menginginkan percepatan pembangunan infrastruktur di tanah air.

Selama ini memang Indonesia belum memanfatkan secara maksimal forum tahunan di Tiongkok tersebut untuk menggaet investasi sebesar besarnya.

Selama beberapa tahun terakhir Tiongkok mempertahankan posisinya sebagai mitra perdagangan terbesar Indonesia. Demikian juga dalam hal investasi, Tiongkok termasuk salah satu investor terbesar di Indonesia.

Proyek kereta cepat Jakarta Bandung yang melibatkan Investor dari Tiongkok diharapkan akan disusul proyek infrastruktur lain, termasuk sejumlah pelabuhan untuk mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Besok pertemuan Belt and Road Forum for International Cooperation akan dimulai. Dalam forum ini, sekali lagi Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Jokowi akan melakukan pertemuan bilateral resmi.

Kita berharap forum tingkat tinggi kali ini akan membukal embaran baru kerjasama internasiona lantara Indonesia dengan sejumlah negara yang hadir, utamanya kerjasama yang saling menguntungkan antara China dan Indonesia dalam membangun Infrastruktur di tanah air.

Tentang Penulis

Danang Prabowo

Redaktur senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00