• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Kementerian PDTT : Fokus Mewujudkan Pembangunan Desa Berkualitas

17 April
07:28 2017
0 Votes (0)

KBRN,Jakarta :  Anggaran program pinjaman Bank Dunia yang akan berakhir pada 2018 masih tersisa Rp.2 trilyun, akan dimanfaatkan Kementrian Desa,  Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) untuk pelatihan peningkatan kompetensi pendamping desa  bekerja sama dengan Bank Dunia, serta dilakukan oleh para ahli dan pakar dari luar negeri.    

Fokus yang hendak dilakukan diantaranya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, salah satunya dengan memfasilitasi warga desa untuk mempunyai satu produk unggulan - one village one product,  dengan demikian  perekonomian desa akan bergerak lebih cepat sehingga kesejahteraan warga juga bisa meningkat.
 

Jika kita simak perjalanan dana bantuan desa, program penciptaan petugas pendamping pembangunan desa dan seterusnya yang semua tertuju pada desa, memang mengarah pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pembangunan potensi yang ada di desa desa seluruh Indonesia. Tidak dipungkiri, secara pemikiran diatas kertas, tenaga pendamping desa mempunyai peran strategis dalam mendorong kemandirian desa, karena tenaga pendamping  desa memang ditugaskan  membangun kesadaran warga desa agar fokus terhadap potensi desa yang menjadi produk unggulan dan menjadi harapan besar sebagai ujung tombak kementerian untuk mendorong terwujudnya one village one product sehingga desa bisa mandiri secara ekonomi Tetapi seberapa efektifkah peranan para pendamping desa dalam capaian mewujudkan sasaran pembangunan ekonomi masyarakat desa selama ini, sehingga masih perlu dialokasikan dana peningkatan kompetensi pendamping.?  

Jika yang menjadi masalah adalah kurangnya tenaga pendamping yang dibutuhkan jumlahnya 40 ribu 142 orang untuk seluruh Indonesia, namun baru tersedia 29 ribu 500 orang, dalam waktu satu tahun lebih ini, penciptaan tenaga pendamping baru tentunya harus segera dipenuhi, tetapi bagaimana dengan pelaksanaan program.

Sikap optimis harus tetap ada.   Seyogyanya juga dipikirkan capaian utama yang hendak dicapai , menjadikan desa mandiri dengan menggugah potensi desa, tidak cukup hanya dengan adanya tenaga pendamping desa, dengan berbagai tingkat atau status pendamping.  

Kita berharap keberhasilan pembangunan desa yang dicapai di negara lain, sebagaimana dalih penyelenggaraan pelatihan kompetensi tenaga pendamping benar benar dapat diterapkan untuk  mewujudkan desa desa yang ada di negeri ini berkembang secara nyata. Masyarakat desa mampu mengangkat taraf hidup dan ekonomi masyarakat desa secara menyeluruh, melalui pemberdayaan masyarakat desa dan memanfaatkan sekaligus menggali potensi desa, sehingga dana tersedia yang tidak sedikit itu tidak sia sia.



*Sumber Foto : Google*

Tentang Penulis

Agung Susatyo

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00