• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Akibat Kandasnya Kapal Pesiar di Raja Ampat : Indonesia Duji Lagi Untuk Tegas Selamatkan Kakayaan Laut

17 March
07:17 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kandasnya kapal Caledonian Sky  yang dinakhodai oleh Kapten Keith Michael Taylor di perairan wisata Raja Ampat Sorong Papua  menimbulkan dampak kerusakan terumbu karang yang luar biasa. 

Bukan hanya sekedar terumbu karang  rusak, tetapi masih banyak hal lain yang terkait dengan  rusaknya terumbu karang terbaik di dunia  itu. 
Pemulihan karang memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena untuk tumbuh sekitar 1 cm, karang membutuhkan waktu 1 tahun.  

Oleh karena itu memang pemulihan terumbu karang akan lebih cepat  kalau lokasi rusaknya trumbu karang  ditutup untuk masuknya kapal wisatawan  karena kesempatan untuk pulih lebih besar dan cepat dengan berkurangnya tekanan. Tetapi  jika dive site yang menjadi sumber pendapatan masyarakat setempat ditutup untuk mempercepat pemulihan terumbu karang di kawasan yang rusak, akan menimbulkan dilema.
 

Berdasarkan penelusuran , diperkirakan dampak kerusakan terumbu karang di jantung Raja Ampat, yang menjadi pusat keanekaragaman hayati laut itu, sudah mencapai luasan 13 ribu 522 meter persegi, dan masih terdapat kemungkinan lebih luas lagi.   Disisi lain pengusutan terhadap kandasnya kapal pesiar  MV. Caledonia Sky perlu dilakukan secara menyeluruh, mengingat kapal tersebut bukan baru pertama kalinya memasuki  tempat wisata Raja Ampat, sehingga perkiraan kapan air laut surut sudah bukan pengetahuan baru bagi Nakhoda.      

Tidak ada salahnya timbul dugaan terdapat  unsur kesengajaan , yang mengakibatkan rusaknya terumbu karang terbaik di dunia itu, dan berlanjut pada akibat akibat lain, rusaknya biota laut, terganggunya mata pencaharian masyarakat setempat, berkurangnya wisatawan  ditengah Indonesia gencar mempromosikan Raja Ampat sebagai salah satu destinasi wisata andalan.
 

Berdasarkan UU 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, perusakan kekayaan alam, seperti terumbu karang, lahan gambut, dan hutan, merupakan tindakan kriminal yang ancaman hukumannya adalah pidana penjara. Terumbu karang tumbuh selama ratusan tahun dan hanya sehari rusak oleh kelalaian awak kapal Caledonian Sky asal Inggris berbendera Bahama.  

Meskipun pemilik kapal bersedia mengganti kerusakan terumbu karang yang terjadi akibat kandasnya kapal di jantung Raja Ampat, kiranya pemerintah Indonesia harus dapat menyatakan dengan tegas hasil pengusutan, penyelidikan dan penelitian oleh kementrian terkait mengenai  dampak dan konsekuensi yang harus ditanggung oleh pemilik kapal, termasuk pidana jika memang cukup bukti.  
Sebandingkah jika kerugian rusaknya terumbu karang , dan akibat atau dampak ikutan yang ditimbulkan hanya sekedar diganti sejumlah nominal mata uang, sementara pemulihan kawasan memerlukan waktu yang tidak cepat, secepat kapal itu meninggalkan lokasi dan kerusakan.  

Kiranya Indonesia diuji kembali untuk tegas menyatakan, mempertahankan dan menyelamatkan perairan laut seisinya kepada dunia.







*Sumber Foto : Goggle*

Tentang Penulis

Agung Susatyo

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00