• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Komitmen Kepolisian Internasional Melawan Terorisme

16 March
07:37 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kepolisian internasional sedunia menegaskan komitmen bersama upaya melawan terorisme dan kejahatan transnasional.

Dalam Konferensi Polisi se-Asia Selatan dan Negara Negara Bertetangga "Chief of Police Conference of South Asia and Neighbouring Countries" yang digelar di Dhaka Bangladesh, juga disepakati  peningkatan pertukaran informasi dan penanganan praktis yang efektif di antara penegak hukum,"
 

 Langkah kesepakatan bersama untuk melawan terorisme dipandang perlu mengingat penanganan  permasalahan  terorisme dan kelompok radikal    yang melanda sejumlah Negara   memerlukan pengembangan  strategis dan pendekatan terintegrasi.  

Oleh karena itu Kepolisian Internasional harus  memperkuat hubungan lembaga penegak hukum di dunia dan menjalin kerja sama regional dalam upaya bersama memberantas kejahatan antar Negara, pembatasan gerakan ekstremisme terorisme  kejahatan antarnegara serta kejahatan transnasional.
 

Jika kita simak korban korban kejahatan terorisme di dunia, memang kecenderungannya fluktuatif, tetapi sejak terjadinya perang saudara di Suriah, korban dan persebaran teroris merambah ke sejumlah Negara termasuk Indonesia melalui terror kelompok jaringan ISIS, disamping kelompok radikal di dalam negeri sendiri.  

Data kelompok terror yang sempat disebut dalam pemberitaan The Star pada tahun 2015, paling tidak terdapat 11 kelompok besar terorganisir di dunia yang sering kita dengar diantaranya ISIS , Al Qaeda, Taliban dan seterusnya. 

 Isu terorisme yang terjadi di sejumlah Negara termasuk Indonesia merebak dalam pemberitaan internasional melalui media social, apalagi jika kejadian berulang dilakukan oleh jaringan jaringan yang terorganisir.  

Penanganan dan pencegahan tindak terorisme tidak mudah . Ini membutuhkan kerja keras aparat mulai dari intelejen, sampai pada keputusan pengadilan , pelaksanaan hukuman dan kembali lagi pada pengawasan intelejen dan masyarakat. Jujur harus kita apresiasi langkah tindakan yang dilakukan Densus 88 dalam  penanganan dan pencegahan terorisme  di Negara kita sendiri.


Masyarakat hendaknya juga ikut berperan serta dalam deteksi awal terhadap segala kemungkinan tindak kejahatan terorisme di lingkungan masing masing, meskipun itu juga tidak mudah, karena seringkali orang orang yang menjadi anggota jaringan membaur seperti dalam kehidupan masyarakat pada umumnya. Tetapi sikap tertutup dan kurang bersosialisasi selama ini menjadi salah satu ciri dari calon pelaku kejahatan terorisme , yang diungkapkan pasca adanya kejadian.  

Sinergitas antar aparat baik di dalam negeri maupun di luar negeri , aturan penangkapan penindakan sudah saatnya dikembangkan , agar masyarakat , orang orang tidak berdosa , tidak menjadi korban kejahatan terorisme maupun kejahatan lainnya.           



Tentang Penulis

Agung Susatyo

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00