• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Angka Kematian Ibu di Indonesia

22 December
07:40 2011
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Hari ini , tanggal 22 Desember diperingati secara nasional sebagai Hari Ibu. Komentar RRI pagi ini akan menyoroti beberapa hal terkait kondisi umum kaum ibu di tanah air, di antaranya tentang masalah reproduksi.

Ketika seorang perempuan yang sedang mengandung dihadapkan pada kenyataan akan melahirkan anak mereka, maka sesungguhnya ketika itu adalah saat perjuangan antara hidup dan mati perempuan tersebut. Bahkan prosesi melahirkan yang demikian berat itu, oleh sejumlah tokoh agama disejajarkan nilainya dengan perbuatan jihad.

Seandainya, tentu ini tidak diharapkan oleh banyak orang: ketika ada seorang perempuan harus menemui ajalnya saat melahirkan, maka menurut definisi tokoh agama, perempuan itu berhak untuk mendapatkan surga secara langsung. Persoalannya tentu bukan soal mendapatkan surga atau tidak mendapatkan surga, sebab tidak semua orang tentu mengharapkan kematian saat melahirkan. Bila itu yang diharapkan, pasti siklus prosesi kehidupan manusia tidak akan berjalan baik.

Hal yang lebih penting tentu adalah prosesi melahirkan secara baik, lancar, selamat dan memunculkan jabang bayi baru yang mungkin kelak akan menjadi menteri, jenderal, atau presiden di republic ini. Ada banyak kemaslahatan setelahnya. Karena itu, kepastian seorang ibu akan sehat, melahirkan dengan lancar, baik, dan selamat, jauh lebih mendesak dan penting, dibandingkan meyakinkan diri bahwa ada surga untuknya, bila proses persalinan itu gagal.

Sayangnya, di Indonesia, proses kelahiran secara baik, sehat, dan selamat belum merata hingga ke seluruh pelosok negeri. Proses kelahiran, sering digabungkan antara pemahaman keyakinan ritual pada beberapa kelompok masyarakat, padahal ada hal lebih penting dari itu, yakni kondisi steril secara medis saat prosesi kelahiran itu berlangsung.

Kondisi ini lebih diperparah dengan rendahnya kemampuan pemerintah melayani prosesi kelahiran secara baik pada seluruh kelompok masyarakat. Akibatnya, rakyat khususnya kaum inu tidak punya banyak pilihan, khususnya di pelosok kampong, untuk melahirkan.

Di Papua Barat saja, jumlah kematian ibu mencapai 50 orang tahun 2010 saat melahirkan. Di Indonesia, secara keseluruhan, ada 228 ibu meninggal per 100 ribu kelahiran. Jumlah yang sangat besar. Padahal, standard MDG’s maksimal hanya 100 orang per 100 ribu kelahiran.

Dalam konteks Hari Ibu, tentu kondisi ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, dan tidak boleh kalah dengan acara seremoninya. Sekian Komentar. (Widhie/DS/HF)

Tentang Penulis

Hugo Lidero

No description yet...

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00