• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Kejamnya Lalulintas Indonesia

1 December
08:34 2011
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kecelakaan lalu-lintas di seluruh Indonesia, saat ini sudah menjadi salah satu fasilitas pembunuh yang begitu kejam, dan telah menyebabkan ribuan orang tewas, hampir setiap tahun. Belum lagi perangai dan perilaku jahat sejumlah pengemudi kendaraan bermotor di sepanjang jalan raya.

Tewasnya istri Saipul Jamil, dalam musibah kecelakaan lalu lintas di jalan Tol Purbalenyi saat musim arus mudik dan balik Lebaran lalu, sesungguhnya adalah salah satu bagian kecil dari begitu kejamnya arus lalu-lintas dan jalan-jalan di tanah air saat sekarang ini.

Kekejaman perilaku pengemudi di jalan raya, jauh lebih mengerikan dibandingkan penyakit yang saat ini begitu ditakuti banyak orang, yakni ; jantung dan kanker. Kisah-kisah sedih dan pilu mengenai korban tewas di jalan raya sudah sangat begitu banyak. Sebutlah misalnya, kecelakaan terakhir di sekitar kawasan Kebun Kopi Sulawesi Tengah, belum lama ini akibat bus Harvest masuk jurang. Kemudian kisah ibu dan anak tewas di jalur trans Barelang. Kemudian kasus mobil ditabrak kereta api di Jawa Tengah. Dan beragam kasus kecelakaan lalu lintas mengerikan lainnya.

Di wilayah hukum Polda Metro Jaya, menurut Kapolda Metro Jaya, inspektur jenderal polisi Untung S Radjab, jumlah korban tewas hingga oktober 2011, mencapai 844 orang. Bahkan, di Jawa Timur seperti diungkapkan Direktur lalulintas Polda Jatim, Komisaris besar polisi Sam Budigsudian,  tercatat 3 ribu 800 orang tewas di jalan raya selama tahun 2011 ini. Artinya, ada sekitar 14 orang tewas setiap hari akibat kecelakaan lalu lintas di jawa timur.

 Tingginya jumlah korban tewas tersebut, menempatkan Jawa Timur sebagai wilayah paling berbahaya dalam berlalu lintas, karena jumlah korbannya adalah yang tertinggi se Indonesia. Total bila diakumulasikan, mungkin mencapai puluhan ribu orang. Pada tahun 2010 saja, jumlah korban tewas mencapai angka 31 ribu orang tewas di jalan raya. Setiap tahun kecenderungannya meningkat.

Dapat dibayangkan, betapa mengerikannya jalan-jalan raya di Indonesia saat sekarang ini. Jumlah korban tewas di jalan raya, jauh lebih besar dari musibah Gunung Merapi di Yogyakarta atau Gempa Bumi di Bantul atau musibah tsunami di Mentawai belum lama ini. Sangat mengerikan.

 Jalan Raya, Pengemudi, dan Kendaraan bermotor, juga adalah ladang berbagai perilaku jahat. Mulai dari penjambretan menggunakan sepeda motor, kasus pencurian kendaraan bermotor, hingga kasus penyelundupan berbagai kendaraan bermotor mewah.

Aparat kepolisian, di penghujung tahun ini selama hampir dua pekan mulai tanggal 28 November menggelar operai penertiban perilaku buruk pengendara kendaraan bermotor dengan nama kegiatan Operasi Zebra Lodaya 2011. Namun sayangnya, operasi yang dilakukan rutin setiap setahun sekali itu, hanya menorehkan hasil jumlah tilangan terhadap pengemudi kendaraan bermotor. Sentuhannya masih capaian administrative kelengkapan surat-surat kendaraan.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kelengkapan administrasi surat-surat kendaraan bermotor adalah penting, akan tetapi ada hal pokok lain yang sesungguhnya jauh lebih penting. Pembenahannya harus komprehensif dan simultan. Sayangnya, aparat kepolisian tidak mampu menjadi benteng penahan laju kasus-kasus berbahaya lalu-lintas. Terlebih perilaku kompromis polisi di jalan raya telah menyebabkan kerugian yang sangat besar.

Ujung-ujungnya, karena kondisi per-lalulintasan ini sudah sangat parah, memang harusnya Presiden SBY turun tangan lamgsung. Sebab, ketika Gunung Merapi meletus saja, presiden terlibat langsung dalam hal itu.  Saya tidak tahu, apakah presiden SBY juga paham soal kecelakaan lalu lintas, jumlah korban, atau juga perangai jahat lainnya di jalan raya. Jadi, jalan raya itu bukan sekedar macet pak Presiden. Sekian Komentar. (Widhie/DS/WDA)

Tentang Penulis

Hugo Lidero

No description yet...

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00