• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Komunitas ASEAN 2015

25 November
07:00 2011
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Komunitas ASEAN  adalah impian Negara-negara anggota ASEAN pada tahun 2015. Pada tahun itu, ada proses integrasi bersama bangsa-bangsa Asia Tenggara dalam satu komunitas besar ASEAN. Mungkin mimpinya seperti ketika Negara-negara Eropa membangun Masyarakat Ekonomi Eropa atau European Economic Community yang kemudian menjadi Komunitas Eropa atau European Community.

Di Eropa, banyak perubahan setelah Negara–negara tersebut menjadi satu konunitas. Di antara perubahan dan perkembangan yang ada adalah diperkenalkan mata uang baru, EURO. Selain itu juga dikenal adanya Parlemen Eropa, dan beberapa perkembangan signifikan lainnya. Khusus untuk ASEAN, sampai sekarang gagasan untuk ke arah sana yang konkrit untuk disampaikan kepada publik belum ada.

Namun seandainya ada, dapat saja akan menjadi menarik, yakni aka nada satu mata uang baru, yang dapat untuk seluruh Negara-negara Anggota ASEAN. Kesiapan-kesiapan menuju Komunitas, ASEAN seperti nya memang sedang serius dilakukan. Pada saat Indonesia menjadi ketua ASEAN periode ini, salah satu gagasan barunya adalah soal Visa ASEAN.

Dengan Visa ASEAN itu, seperti juga di Eropa, maka orang-orang dari Negara selain ASEAN, cukup memegang satu visa, lalu dapat berlaku di seluruh Negara-negara ASEAN. Ini tentu menarik. Harapannya, komunitas ASEAN akan lebih maju ke depannya. Namun, di sat gagasan-gagasan besar diperkenalkan, sebenarnya ada hal substansial masih menjadi Pekerjaan Rumah atau PR antar Negara-negara anggota ASEAN itu sendiri.

Sejumlah Negara ASEAN memiliki hubungan kurang harmonis dengan tetangganya sesame Negara anggota ASEAN. Indonesia dengan Malaysia misalnya, seringkali mengalami hubungan tegang menyangkut persoalan perbatasan di darat maupun persoalan hukum dan social lainnya. Ada masalah Ribuan TKI di Malaysia. Ada klaim Hak Cipta batik, lagu, bahkan wilayah oleh Malaysia.

Sementara Thailand dengan Kamboja, sudah beberapa kali terlibat konflik bersenjata dengan sejumlah korban tewas di wilayah perbatasan. Sedangkan antara Philipina dengan Vietnam, sering berdebat panas bersama China menyoal wilayah Laut China Selatan.

Dalam konteks demikian, ada baiknya, pemahaman soal komunitas ASEAN ini bukan saja menjadi bahan diskusi kalangan elit pimpinan ASEAN, namun juga harus pada tingkat paling bawah. Harus diakui, komunikasi dan diseminasi informasi para petinggi ASEAN ke rakyatnya belum dilakukan secara intensif, termasuk oleh pemerintah Indonesia sendiri. (Widhie/WDA)

Tentang Penulis

Hugo Lidero

No description yet...

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00