• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Penyelenggaraan KTT ASEAN di Nusa Dua Bali

15 November
10:50 2011
1 Votes (5)

Jakarta : Konferensi Tingkat Tinggi ke-19 ASEAN di Bali akan resmi dibuka 17 Nopember, lusa. Sejak dua hari sebelumnya, para pejabat senior negara-negara ASEAN, telah memulai bekerja mempersiapkan rancangan agenda pembahasan yang akan di diskusikan lebih lanjut oleh para kepala pemerintahan.

Konferensi Tingkat Tinggi dui Nusa Dua Bali ini tidak hanya dihadiri kepala pemerintahan negara-negara anggota ASEAN, melainkan juga oleh beberapa kepala pemerintahan mitra, antara lain Presiden Barrack Obama dari Amerika Serikat.

Kali ini ASEAN juga akan melakukan dialog khusus dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Untuk keperluan itu, Ban Ki-moon, Sekjen PBB akan hadir dan melakukan pertemuan dengan para pemimpin ASEAN. Karena itu pertemuan ini disebut 19th ASEAN Summit and Related Summits 2011.

Sehubungan dengan agenda yang dibicarakan, pertemuan tingkat tinggi ASEAN di Nusa Dua Bali kali ini mempunyai makna strategis, tidak hanya bagi negara-negara anggota ASEAN, melainkan juga bagi para mitranya. Bagi ASEAN, KTT kali ini diharapkan mampu meletakan kerangka landasan bagi dilaksanakannya komunitas ASEAN beberapa tahun mendatang.

Berkenaan dengan itu para pemimpin ASEAN tentu harus mampu mengkaji rencana komunitas ini, antara lain dengan mempelajari pengalaman negara-negara Eropa dengan perhimpunan mereka, European Union.

Krisis ekonomi keuangan yang melanda mereka, perlu menjadi salah satu perhatian sebagai upaya antisipasi. Kondisi krisis keuangan yang juga dialami negara maju, termasuk Amerika Serikat, juga harus menjadi bahan pemikiran dan diskusi agar komunitas ASEAN dapat mengantisipasi terjadinya krisis serupa sebagaimana yang terjadi selama ini.

Dalam perspektif inilah, kedudukan Indonesia sebagai Ketua ASEAN dan sebagai tuan rumah KTT, sungguh sangat strategis dan menentukan masa depan ASEAN. Namun selain berfikir dalam kerangka ASEAN, Pemerintah Indonesia juga harus lebih berfokus pada makna dan guna ASEAN bagi peningkatan keberadaan bangsa dan kesejahteraan rakyatnya.

Apapaun yang dicapai dalam Konferensi Tingkat Tinggi kali ini, muara akhirnya adalah pada pemanfaatannya bagi segenap rakyat Indonesia yang jumlahnya memang terbanyak dibandingkan dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya. Dalam persepsi ekonomi, jumlah penduduk yang banyak bermakna pasar bagi negara lain. Artinya, dimasa datang dalam kerangka negara ASEAN atau dalam skala yang lebih luas Indonesia harus mampu mewujudkan diri bukan hanya sebagai pasar terbesar bagi produk negara-negara lain, melainkan menjadi negara pengekspor terbesar, baikpun untuk ASEAN maupun negara lainnya.

Kita tidak ingin hanya menjadi sasaran, melainkan juga harus mampu bangkit menjadi negara yang memegang peranan, baik secara ekonomi maupun politik. (DS/Kabul/WDA)

Tentang Penulis

Hugo Lidero

No description yet...

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00