• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

100 Hari Kabinet Indonesia Maju, Masih Ada Kinerja Menteri di Bawah Target ?

10 February
09:55 2020
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Presiden Joko Widodo memang perlu untuk menelaah dengan lebih dalam kinerja para menteri dalam sejumlah kementerian. Sudah lebih dari 100 hari kinerja Presiden Joko Widodo dan Kyai Haji Maruf Amin, yang berarti sudah perlu ada evaluasi. Bukan apa-apa, sebab Presiden Joko Widodo memiliki tujuan kerja yang sangat besar pada periode kedua kepemimpinannya. Setidaknya ada lima alasan, yakni soal pembangunan SDM, infrastruktur, regulasi, birokrasi dan transformasi ekonomi. Belum lagi rencana pemindahan ibukota ke kalimantan Timur. Ini kerja sangat besar.

Pada puncak HPN di Banjarmasin Sabtu lalu, Presiden sudah mempresentasikan negara Rimba Nusa sebagai nama ibu kota baru. Ini sekali lagi kerja sangat luar biasa. Bisa kah pindah sebelum 2024 ...?

Pada kabinet jilid pertama, dengan tingginya target dan guna memenuhi ekspektasi publik, tidak sampai satu tahun Presiden Joko Widodo sudah me-reshufle kabinetnya. Antara lain ada Indroyono Soesilo dan ada Andrinof Chaniago. Mereka dianggap tidak perform untuk memenuhi target Presiden. Berselang setahun kemudian, ada lagi menteri yang diganti, antara lain Anis Baswedan, Sudirman Said dan Rizal Ramli. Ada dugaan, menteri yang diganti agendanya berbeda dengan Presiden dan kadang bikin gaduh.

Alasan performans kinerja dan bikin gaduh menjadi alasan pergantian menteri periode lalu. Pada periode sekarang, ternyata kinerja kementerian ada juga yang serupa dengan kementerian periode lalu. Menurut catatan survey IPO, setidaknya disebut Kementerian Agama dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Selain itu, persoalan Omnibus Law juga tidak mulus. Ada prnolakan di mana-mana. Artinya, ada persoalan teknis dan komunikasi. Ini yang perlu segera dituntaskan bila ingin segara tercapai sesuai target.

Demikian komentar, selamat pagi.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00