• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Viral Kemunculan Kerajaan Fiktif yang Sempat Hebohkan Netizen

20 January
07:20 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Menarik juga jika menyoroti kemunculan beberapa keraton, kesultanan dan kekaisaran yang muncul di tanah air belakangan ini.

Sebenarnya kesultanan dan kekaisaran tersebut ada yang dianggap sebagai biasa-biasa saja, keterkaitan dengan  adat istiadat dan juga bisa jadi untuk sekedar fenomena unik.

Misalnya di Purwerejo ada keraton Agung, Bandung ada Sunda Empire dan di Tasikmalaya ada Kesultanan Selaco Tunggul Rahayu. Menarik tentunya. Tapi yang jelas mereka tidak sekonyong-konyong muncul.

Kesultanan Patrakusumah di Tasikmalaya sudah ada sejak tahun 2004. Menurut orang yang menyebut dirinya sultan, Rohidin, dirinya tidak pernah bermasalah dengan warga setempat, bahkan dirinya menyebut sebagai keturunan leluhur Radja Pajajaran, urusannya soal adat.

Lain halnya di Purwerojo, Keraton Agung yang ada mempraktikan budaya dan adat sendiri. Tak ada kaitan dengan leluhur. Bahkan ada sebutan unit serta gaji abdi dalem yang mengunakan standard dollar.

Sementara di Bandung ada Sunda Empire. Kekuasannya diklaim seluas bumi. Raden Rangga disebut sebagai petinggi Sunda Empire. Unik juga pengakuannya... Ya, ini adalah fenomena anak bangsa di negeri ini.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat menyebut adanya orang stress terkait sunda empire. Namun disisi lain, pendapatnya diprotes sejumlah pengamat. Kendati demikian, dapat juga dipastikan bahwa mereka memang sedang menjual mimpi.

Bolehlah, bila dikaitkan dengan adat masih ada sambungannya. Namun bila disebut memiliki wilayah kekaisaran dan bahkan terkait dengan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), perlu juga dicek lebih mendalam.

Indonesia sendiri mempunyai aturan soal kesultanan sudah jelas, yakni Kesultanan Yogyakarta dan Pakualaman. Sedangkan yang lain, masuk Cagar Budaya. Sedangkan bila tidak masuk dalam rezim tersebut berarti bermasalah.

Harus ada sikap tegas, khawatirnya dimanfaatkan oleh unsur-unsur yang tidak produktif dan bisa jadi memunculkan aspek lain, yakni penipuan. Bahkan bisa juga berpotensi memunculkan disharmoni.

Penulis  :  Widhie Kurniawan, Pimred Pusat Pemberitaan 

Tentang Penulis

Mosita Dwi Septiasputri

Mositadwis@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00