• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Harun Masiku Buron, KPK-PDIP Harus Cari Sampai Dapat

16 January
07:38 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kasus Harun Masiku alias HAR, masih gelap meski ada banyak cerita atas kasus tersebut. Pihak PDI Perjuangan sendiri, yang awalnya langsung memberhentikan keanggotaan Harun Masiku pasca ditetapkannya sebagai tersangka oleh KPK, akhirnya membuat tim hukum sendiri.

Adalah maqdir ismail, tim hukum PDI Perjuangan yang menyoal keabsahan surat perintah penyelidikan terkait kasus OTT WS yang ketika itu masih jadi komisioner KPU.
 
Pihak PDI Perjuangan memang menjadi pihak yang sangat dirugikan atas kasus OTT WS dan dugaan terkait dengan kader PDI Perjuangan saat itu HAR.
 
Ada Empat pihak di sini, yakni KPK, KPU, PDI Perjuangan dan HAR. Sementara Ketua KPU Arif Budiman juga agak bingung dengan kasus OTT WS , sebab seolah ada inkonsistensi antara apa yang dilakukan saat rapat komisioner KPU dengan hal yang dikaitkan OTT.

Tapi anehnya, Komisioner KPU WS sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua, anggota dan sekjen KPU. Ini jelas aneh kasusnya.

Menjadi aneh lagi, karena ada beberapa surat terkait uji materil dan permohonan PAW atas nama Harun Masiku untuk menjadi anggota legislatif asal Dapil Sumatera Selatan.

Padahal, aturannya sudah jelas semua. Disinilah perlunya HAR ditangkap dan dibawa ke KPK. 

KPK harus segera meminta polisi menerbitkan surat penangkapan kepada polisi karena HAR sudah di Luar Negeri. Dulu, saat bendahara Partai Demokrat Nazarudin jadi tersangka, lalu ditangkap di luarnegeri, ternyata kasusnya dibongkar habis hingga melebar kemana mana.

Ada baiknya juga, PDI Perjuangan segera meminta KPK mencari HAR dan bukannya menyoal keabsahan perintah penyelidikan. Namun yang dibicarakan harus substantif dulu, yakni benarkah HAR memberikan uang janji kepada WS.

Kemudian, adakah hubungan antara kasus HAR daN WS dengan orang-orang yang sempat disebut. Tangkap dan periksa HAR agar jelas semuanya. Khawatirnya, bila HAR hilang selamanya, maka kasus ini menjadi sangat liar.

Penulis  :  Widhie Kurniawan, Pimred Pusat Pemberitaan 

Tentang Penulis

Tsalisa Nur Aini

Tsalisa 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00