• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Selamatkan Air Tanah atau Jakarta Bakal Amblas

13 January
07:52 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Selamat pagi Indonesia. Bisa jadi amblasnya sebagian jalan di kawasan Daan Mogot hanya peristiwa kecil di jalur utama Tangerang ke Jakarta. Menurut Wali Kota Tangerang, Arif Wismansyah, lubang amblas sedalam 2,5 meter itu sudah diperbaiki oleh pihak kementerian PUPR. 

Penyebab lubang amblas akibat adanya bocoran Pipa PDAM di kawasan tersebut, hingga mengakibatkan tergerusnya tanah. Tampaknya, sekali lagi ini sederhana dan mudah diperbaiki. Namun sesungguhya ada sinyal lebih besar yang potensi timbul di Jakarta dan juga Tangerang serta kawasan lain di Jabodetabek. 

Gerusan air ternyata sangat berpotensi membuat tanah menjadi semakin lunak hingga rentan terhadap bangunan di atasnya. Tahun lalu, ada kejadian jalan amblas juga di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Kondisi Jakarta memang menjadi semakin rentan belakangan ini karena banyaknya pengambilan air tanah dan minimnya air hujan yang masuk ke dalam tanah. Sebagian besar air hujan dialirkan ke kanal dan sungai, sehingga bagian bawah Jakarta kosong dari resapan air.

Secara ilmiah, air tanah yang kosong di bawah Jakarta justru diisi intrusi air laut. Menteri ESDM sebelum ini, Ignasius Jonan menyebut intrusi air laut sudah sampai ke Monas. Hal serupa juga diakui Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang mendapat laporan dari Badan Kerjasama Pemerintah Jepang JICA. Sementara menurut laporan CNN, Jakarta digolongkan sebagai wilayah yang semakin rendah dan turun di bawah permukaan laut, sama seperti Houston Amerika Serikat, Bangkok Thailand, dan Lagos Nigeria.

Kondisi ini jelas berbahaya bagi bangunan di atasnya. Karena itu, jalan amblas tidak boleh dianggap sederhana, karena ada potensi bahaya yang lebih besar. Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan kawasan penyangga Bogor, Tangerang dan Bekasi perlu melalukan langkah  preventif. Bukan sekedar imbauan kepada masyarakat, tapi kebijakan yang tegas soal air tanah.

Apartemen, hotel dan perkantoran bila tidak diawasi, sangat besar menyedot air tanah. Memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur bisa jadi menyelamatkan Ibu Kota, tapi tidak menyelamatkan Jakarta. Demikian Komentar. Selamat pagi.

Penulis  :  Widhie Kurniawan, Pimred Pusat Pemberitaan 

Tentang Penulis

Miechell Octovy Koagouw

Miechell Octovy Koagouw Editor RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00